Agama Jangan Hanya Jadi Aksesoris

 

Kehidupan keagamaan dari sudut formal dan ritual terlihat semakin marak di abad ke dua puluh satu ini. Upacara-upacara keagamaan dilakukan bukan hanya di tempat ibadah yang resmi, seperti gereja, melainkan juga di tempat-tempat umum, di kantor-kantor, di stadion olah raga, bahkan terkadang di jalan raya.

Atribut-atribut keagamaan semakin dipandang penting. Pada saat yang sama, kita melihat bahwa spiritualitas tak mengalami pertumbuhan. Bahkan kita dapat mengatakan bahwa terjadi pendangkalan spiritual. Agama hanya sekedar menjadi aksesoris, atau paling jauh menjadi penanda diri.

Lihatlah bahwa meskipun orang semakin sering dan ramai membicarakan hal-hal yang berbau keagamaan, namun korupsi terus terjadi. Hal ini telah diingatkan rasul Paulus dalam nasihatnya kepada Timotius: “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” (2 Tim. 3:5).

Karena itu kita perlu mawas diri dalam menjalani hidup keagamaan kita. Jangan sampai kita hanya sibuk dengan hal-hal luar, seperti simbol-simbol penanda diri, namun kita abai pada hal-hal fundamental dalam kehidupan beriman, seperti mengasihi, mengampuni, dan melayani. Agama jangan sampai hanya jadi sekadar aksesoris.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *