Atur Strategi

Ditetapkan sebagai pesakitan atau terdakwa padahal kita sangat yakin tak melakukan kejahatan, tentu sangat menyakitkan dan tak menyenangkan. Namun terkadang hal semacam ini mesti dihadapi, secara khusus ketika kepada kita dipercayakan tanggung-jawab yang besar.

Para pendengki atau mereka yang mengincar posisi kita dapat memakai dan melakukan apa saja untuk menjadikan kita terdakwa. Rasul Paulus mengalami hal ini. Ia dijebloskan ke dalam penjara bukan karena ia melakukan kejahatan melainkan karena ia memberitakan berita keselamatan.

Kalau kita rajin berefleksi maka kita akan menemukan bahwa dalam peristiwa-peristiwa buruk dan tak menyenangkan seperti ini, sesungguhnya terselip hal-hal yang baik. Peristiwa buruk dan tak menyenangkan yang menerpa kita dapat menjadi kesempatan bagi sesama untuk melihat karya Allah yang ajaib.

Pengalaman Paulus menunjukkan hal ini. “Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.  (2 Tim. 4:17). Status sebagai terdakwa memberi kesempatan kepada Paulus untuk menyampaikan pembelaan diri.

Dan kesempatan menyampaikan pembelaan diri ini justru dimanfaatkan oleh Paulus bukan saja untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak bersalah, tetapi juga untuk membuat khalayak mengetahui kebenaran dengan terang benderang.

Jadi ketika hal buruk yang tidak pantas kita terima tetap mendera, jangan buntukan pikiran dengan rasa kesal, jangan habiskan energi untuk bertanya mengapa? Sebaliknya aturlah strategi agar melalui peristiwa yang tak menyenangkan ini kebenaran dibukakan, penyertaan dan pertolongan Tuhan dibuktikan.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *