Aturan Untuk Kepentingan Komunitas

Ada orang-orang yang gagal mencapai yang mereka impikan atau hal-hal yang semestinya dapat mereka raih, hanya karena mereka ingin tampil beda, tak mengindahkan aturan-aturan yang ditetapkan dalam proses mencapai tujuan atau harapan tersebut.

Idialisme akan kebebasan dan kemandirian mengendalikan dan menyemangati mereka sedemikian rupa, sehinga semua yang bersifat mengatur mereka anggap sebagai belenggu yang harus dilawan. Lembaga-lembaga yang menyusun aturan dipandang sebagai tiran yang harus ditaklukkan dan kalau bisa dihancurkan. Energi mereka terkuras untuk melawan dan menantang. Waktu hidup mereka habis dalam keluh kesah dan kemarahan. Mereka lalu tak dapat menikmati hal-hal menggembirakan yang Tuhan sediakan.

Sahabat, segala sesuatu dalam hidup ini ada aturannya. Tak ada kebebasan tak berbatas. Ikan hanya dapat hidup bebas ketika ia membatasi diri dalam air. Kalau ia meloncat ke luar karena ingin bebas, maka yang akan ia alami adalah kematian. Maka tepatlah yang ditulis rasul Paulus ini: “Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.” (2 Tim. 2:5).

Aturan dibuat untuk kepentingan manusia dalam suatu komunitas, maka perlu ditaati bersama. Kalau tak relevan untuk kepentingan bersama, tentu dapat diubah bersamaimages-18

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *