Bangunan Hidup

Pdt. Lindawati Mismanto,

Hidup kita bagaikan sebuah bangunan. Saya ingin mengajak kita untuk berefleksi tentang hidup kita. Untuk memiliki hidup yang berkualitas, apakah kita bersedia membayar harga yang mahal dan menyediakan diri dalam proses yang cukup?

Rasul Paulus dalam Surat 1 Korintus 3:10 mengatakan, “Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.” Memang yang dimaksud oleh Paulus sebagai “bangunan” di sini adalah jemaat Korintus. Namun bagaimana jika kata “bangunan” ini kita terapkan bagi diri kita, umat Allah yang hidup di zaman ini?

Hidup kita bagaikan sebuah bangunan. Bagaimanakah kita membangunnya? Rasul Paulus mengingatkan “Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan Nampak, bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.” (1 Korintus 3:12-13)

Ya, membangun dengan rumput kering atau jerami jelas lebih mudah dan pastinya, lebih murah, dibandingkan membangun dengan emas atau batu permata. Tetapi bangunan yang murah dan mudah ini tidak akan tahan saat ia mengalami ujian. Apakah kita akan memilih hidup seperti ini?

Semoga kita bersedia memberikan diri menjadi seorang yang berkualitas, meski harus melalui proses yang tidak mudah. Untuk sesuatu yang lebih baik, kita harus bersedia membayar lebih mahal, bukan?

 

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *