Cara Allah

Pdt. Agus Wijaya,

2 Raj. 5: 1-14
Kis. 15: 1-21

Namaan bersungut-sungut ketika mendengar perkataan nabi di Samaria;

2 Raja-raja 5:10 (TB) Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: “Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir.”

Mandi di sungai Yordan yang kotor?
Banyak orang mengharapkan seperti Naaman; cara Allah menolong sesuai dengan kehendaknya:

2 Raja-raja 5:11-12 (TB) Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: “Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!
Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?” Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.

Mencari sembuh dengan kehendaknya sendiri tentu sudah dilakukan namun dengan cara yang mudah (mandi tujuh kali di sungai Yordan) Naaman menjadi panas hati.

Sidang di Yerusalem adalah cara para rasul dan jemaat-jemaat untuk mencari kehendak Tuhan. Mereka mempercakapkan: apakah orang non Yahudi harus menjadi orang Yahudi dulu jikalau mereka akan menjadi bagian dari persekutuan orang Kristen? Apakah untuk menjadi Kristen, mereka harus disunat?
Suatu masalah yang awalnya muncul di Antiokhia, dan tentu juga merupakan permasalahan di tempat lain.
Dan sidang itu ditutup dengan mengingat perkataan Petrus;

Kisah Para Rasul 15:7-11 (TB) Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: “Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.
Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita,
dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?
Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.”

Oleh karena karunia Roh Kudus maka setiap orang -baik Yahudi maupun dari bangsa lain- percaya kepada Tuhan Yesus. Jadi, untuk menjadi Kristen tidaklah perlu disunat terlebih dahulu.
Bagaimana kita mencari kehendak Allah dalam hidup kita? Carilah dengan tekun dan setia, dan hanya mengikuti cara Allah dalam hidup kita, sekalipun kelihatanya sukar. Karena itulah hakekat kita sebagai umat Allah.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *