Refleksi (Page 44)

Semakin Berhikmat Supaya Semakin Bermakna dan Semakin Bermanfaat

Pesan Pastoral Hari Ulang Tahun ke-25 Gereja Kristen Indonesia 26 Agustus 1988 – 26 Agustus 2013 “Karena oleh hikmat umurmu diperpanjang, dan tahun-tahun hidupmu ditambah” (Amsal 9:11) Setiap anggota jemaat dan simpatisan GKI yang kami kasihi! Pada Agustus 2013 ini, bukan hanya negara kita, Republik Indonesia, bertambah usia menjadi 68 tahun, tetapi juga gereja kita, […]

Taktik Garam, bukan Strategi Gincu!

Hari Kemerdekaan bangsa kita mengingatkan saya pada gagasan Yohanes Leimena. Ia berkata bahwa kita adalah warga negara Kerajaan Allah sekaligus warga negara Republik Indonesia. Kita memiliki dwi-kewarganegaraan. Kita bukan saja warga gereja, tetapi juga warga bangsa, dan bahkan warga dunia. Leimena selalu menekankan agar dua sisi kewargaan ini harus bisa kita hayati. Di dalam kedua […]

Damai Sejahteralah Indonesiaku

Potret Indonesia yang Buram? Bagaimana kita memaknai judul di atas? Apakah sebagai harapan? Sebagai doa? Sebagai keprihatinan? Sebagai dorongan untuk bersikap dan berbuat sesuatu? Rasa-rasanya semuanya ada dan bercampur aduk menjadi satu. Sedih, prihatin, geram itulah yang seringkali kita rasakan saat membaca atau mendengarkan berita-berita yang ‘menyesakkan’. Misalnya: harga kebutuhan pokok melonjak, tawuran antar pelajar, […]

Puasa dan Derma

Puasa telah dikenal oleh umat Israel sejak zaman Alkitab. Kali ini kita melihat apa, bagaimana, dan kapan umat Israel berpuasa. Orang Israel dalam Perjanjian Lama telah mengenal praktek berpuasa sejak lama. Secara umum puasa berasal dari kata tşŭm (berpuasa)  tşŏm (puasa) atau ānna nafsyô (menekan hawa nafsu). Berpuasa menurut pengertian tersebut dijalankan dengan cara berhenti […]

Marilah Berpuasa!

Walaupun puasa bukan ibadah wajib dan komunal, melainkan suka rela dan personal, namun gereja membimbing umat berpuasa. Bimbingan tersebut didasarkan pada sifat personal itu, bahwa umat dibimbing bagaimana melakukan puasa bagi mereka yang terpanggil. Bagaimana berpuasa? Marilah belajar dari sejarah gereja. Kitab Kristen yang digunakan oleh sebagian umat abad pertama dan kedua, yakni Didakhe pasal […]

Asal Kata dan Tujuan Puasa

Kata puasa sudah sangat lazim kita kenal sebagai kegiatan atau ibadah tidak makan dan tidak minum. Namun apakah kita tahun arti kata puasa itu sendiri? Puasa berasal dari dua kata dalam bahasa Sansekerta, yaitu: upa dan wasa. Upa, semacam perfiks yang berarti dekat. Wasa berarti Yang Maha Kuasa, seperti umat Hindu di Indonesia menyebut Sang Hyang Widhi Wasa. Jadi upawasa, atau yang […]

Apa dan Bagaimana Puasa dalam Tradisi Kristen

Orang Kristen berpuasa? Bukankah puasa hanya ada dalam agama Islam, Hindu, dan Kejawen? Tapi, bukanlah orang Katolik juga berpuasa? Bukankah penulis-penulis Alkitab dan Yesus juga menyinggung tentang puasa? Bagaimana berpuasa dalam tradisi Alkitab dan gereja hingga menjadi sebuah pelatihan spiritualitas? Puasa adalah praktek universal umat manusia ini; juga telah dikenal dalam tradisi Kristen sejak awal. […]

Mencari dan Menjadi Sahabat bagi Bumi

Abu Krakatau dan Tikus di Meja Makan Kuliah privat perdana tentang beberapa hal mendasar Ekoteologi sudah selesai. Clive Pearson, dekan United Theological College mengunjukkan Ekoteologi begitu penting untuk dikenali dan didalami. Saya lalu ke perpustakaan untuk mencari dan membuat catatan dari beberapa buku rujukan ekoteologi yang tadi dibahas bersamanya. Langit semakin cerah terlihat dari jendela di ruang baca […]

Global Warming is a Global Warning

Banyak orang mudah menyebutkan global warming ketika meresponi cuaca/ musim buruk. Hujan belakangan ini masih mengguyur Jabodetabek. Biasanya musim hujan mestinya pada bulan-bulan berakhiran “ber” (Oktober, November, Desember). Panas terik terasa menyengat kepala, membakar kulit ketika sinar mentari muncul gagah di langit. Banyak label “hijau” juga memasuki wajah kemasan makanan dan minuman. “Kurangi pemakaian kantong plastik” […]

Penuhilah Bumi dan Taklukkanlah Itu

Setiap kali menyebutkan jumlah saudara kandung ayah maupun ibu saya, banyak orang terheran. Ayah bersaudara 16 orang sedangkan ibu, 10 orang. Masing-masing mereka memiliki satu ayah dan satu ibu. Keheranan tersebut mungkin karena jaman sekarang banyak pergeseran terjadi. Dulu mungkin banyak anak bukan lagi banyak rejeki. Anak dipandang menjadi pembawa kehormatan keluarga. Anak laki-laki turut […]