Refleksi Harian

renungan yang diterbitkan harian

Hanya Sekedar Simbol

Pdt. Addi Patribara, Di tangan saya ada salib kecil yang terbuat dari kayu, bagaimana perasaan kita bila salib ini saya jatuhkan lalu saya injak-injak? Mungkin anda akan marah kepada saya dan menganggap saya menista agama. Pasti tanggapan anda akan berbeda bila anda mengetahui bahwa salib ini dibuat oleh seorang pengerajin kayu yang menjualnya di tepi […]

Iman Untuk Melangkah

Pdt. Rinto Tampubolon, “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.” (Yosua 1:9 ) Kalau kita rasa-rasanya sulit melangkah, sulit move on, sulit maju, coba perhatikan tiga hal ini di dalam diri kita. Karena ketiga hal ini dapat menjadi sebab mengapa […]

Setia : Di Mulut, Di Hati, Di Tangan

Pdt. Agus Wijaya, Apa itu menjadi umat Allah? Apakah itu hanya sebuah slogan kosong tanpa makna? Ketika Tuhan menegaskan kembali di bawah gunung Sinai bahwa Israel adalah umat-Nya,  Keluaran 19:5-6 (TB)  Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah […]

Uap Pedas

Pdt. Untari Setyowati, Bertekun dalam iman, bagaikan seorang murid sekolah yang mendapat pekerjaan rumah.  Bila tak menyediakan waktu khusus, dan tak dikerjakan, alias mendisiplin diri, maka tak akan membuahkan hasil kerja.  Yang lebih berat adalah membuat diri disiplin, melawan godaan rasa malas dan enggan mengerjakan pekerjaan itu sendiri. Terkadang Tuhan memberikan kejutan-kejutan kepada umat-Nya agar […]

Having or Giving More?

Pdt. Darwin Darmawan, Kita berhasil dengan mendapat atau memiliki banyak tetapi kita berbahagia dengan memberi banyak. Orang yang punya banyak hal di dunia disebut berhasil dalam hidupnya. Tetapi orang yang berhasil belum tentu berbahagia. Untuk bisa berbahagia, kita perlu memberi, berbagi dengan sesama. Tuhan tidak memanggil kita semata-mata untuk berhasil. Tuhan menghendaki kita juga untuk […]

SEKIRANYA AJALKU SEPERTI AJALNYA

Pdt. Darwin Darmawan, Kalimat di atas diucapkan Bileam, seorang dukun penenung, yang dibayar Raja Moab untuk menenung atau mengutuk orang Ibrani. Bileam bersemangat melakukan itu. Ia memantapkan hati untuk mengutuk orang Ibrani. Tetapi, tatkala hendak mengutuk, yang keluar dari mulutnya malah berkat dan apresiasi. Salah satunya, Bileam ingin meninggal seperti keadaan orang-orang Ibrani( Bil 23:10). […]

Pdt. Agus Wijaya, Percaya Tuhan, Lakukan yang Baik Yeh. 12: 17-28; Yak. 4: 11-16 Ketidaktaatan pemimpin Israel menjadikan nasib rakyat tidak jelas. Mereka terombang-ambing dengan berbagai hal yang mengecewakan karena tidak terjadi seperti yang dikatakan.  Namun melalui Yehezkiel, Tuhan menyatakan pemulihan.  Yehezkiel 12:25 (TB)  sebab Aku, TUHAN, akan berfirman dan apa yang Kufirmankan akan terjadi, dan […]

Mewartakan Tuhan Dalam Hidup

Pdt. Agus Wijaya, Im. 16: 1-5, 20-28 Mat. 21: 18-22 Selamat hari Rabu. Di masa Harun dan Musa, demikian susah dan rumitnya memasuki ruang kudus. Bahkan manusia (bahkan seorang imam seperti Harun, harus menyucikan diri dengan melakukan sejumlah ritual. Ini semua karena Harun akan memasuki ruang kudus. Sebuah perjumpaan dengan Allah tak lagi menghanguskan karena […]

Hoax

Pdt. Darwin Darmawan, Saya salah satu orang yang pernah tertipu hoax. Bahkan lebih dari sekali. Saya pikir, hoax itu produk manusia modern. Ternyata tidak. Istilahnyansudah muncul sekitar abad ke 18. Asalnya dari kata hocus, yang makna dasarnya menipu. Karena penipuan adalah aktivitas yang ada sejak manusia hadir di dunia, maka hoax sebetulnya sudah ada sejak […]

Dalektika Kitab Suci

Pdt. Albertus Patty, Elisabeth Schϋssler Fiorenza mengungkapkan tentang adanya a dialectical use of the Bible, pemanfaatan dialektis Kitab Suci. Maksud Fiorenza adalah ini. Sesungguhnya, di sepanjang sejarahnya, umat manusia telah menggunakan dan melakukan interpretasi terhadap Alkitab secara dialektis.  Pada satu sisi, ada orang yang mengginterpretasikan Kitab Suci untuk mengabsahkan perbudakan dan penindasan terhadap sesamanya, termasuk […]