Refleksi Harian (Page 33)

renungan yang diterbitkan harian

Refleksi Harian 8 April 2015

Kerinduan itu Kidung Agung 3:1-11, Markus 16:1-8 Kerinduan karena cinta kasih yang tulus itu suci. Oleh sebab itu puisi cinta kasih mendapatkan tempatnya dalam kitab suci kita khususnya dalam kitab Kidung Agung. Kekuatan cinta yang merindu membuat sang mempelai perempuan terbangun di malam hari untuk mencari jantung hatinya. Rasanya kita dapat sedikit memahami apa yang […]

Refleksi Harian 7 April 2015

Kejadian 1:20-2:4a, 1 Korintus 15:50-58 Tidak pernah sia-sia Dalam persekutuan dengan Tuhan, segala jerih payah tidak pernah sia-sia. Sedari awal riwayat penciptaan menegaskan betapa Allah menghendaki kehidupan yang dipenuhi dengan keselarasan yang indah di antara ciptaan-Nya. Tidak ada yang dapat membatasi kasih karunia-Nya dalam menciptakan apa yang baik. Bahkan maut sekalipun tidak dapat menghentikan karunia […]

Refleksi Harian 6 April 2015

Meskipun memiliki hikmat, pengetahuan, dan harta secara sekaligus dapat memberi prospek hidup yang lebih baik, namun ini tetap tak memberi jaminan. Derita, kemalangan, rasa sakit tetap saja dapat mendera. Karena itu, kita perlu terus belajar menerima keduanya sewajarnya, baik keberhasilan maupun kegagalan, kegembiraan maupun kesedihan, kebahagiaan maupun rasa sakit, kelimpahan maupun kekurangan. Jangan lepas kendali […]

Refleksi Sabtu Sunyi 4 April 2015

Bahan: Ayb. 14:1-14; Mzm.31:2-5, 16-17; I Petr. 4:1-8; Mat. 27:57-66. Menghayati Kefanaan  dengan Pengharapan Iman Siapa yang tak menyana bahwa memilih ikut Yesus berarti menyanggupi ikut menderita seperti Yesus? Yesus memang tak pernah menjanjikan kenyamanan, kemakmuran dan bebas dari sakit-penyakit saat mengikut Dia. Bahkan sebagai pengikut Tuhan, tak ada bedanya dengan manusia ciptaan yang lain […]

Refleksi Jumat Agung 3 April 2015

Bahan: Yes. 52:13-53:12; Maz.22; Ibr. 10:16-25; Yoh. 18:1-11, 19:16-30 Diperdamaikan melalui Kematian Kristus Hitam….Warna yang mendominasi peserta ibadah hari ini, khususnya orang-orangtua. Tanpa harus memberikan pengumuman dresscode, banyak umat menggunakan baju berwarna hitam. Lambang duka yang disampaikan untuk mengenang kematian Kristus di atas kayu salib. Warisan sejarah yang menghargai kematian. Namun, di balik kematian ada […]

Refleksi Harian – Kamis Putih – 2 April 2015

Bahan: Kel. 12:1-14; Maz. 116; 1 Kor.11:23-26; Yoh.13:1-17; 31-35 Roti yang Terpecah, Anggur yang Tercurah Mencermati Saudara-saudara yang memasuki masa pensiun, baik rekan penatua dan pendeta, ada begitu banyak pesan dan kesan yang disampaikan. Diharapkan, setiap rekan yang memasuki masa pensiun bisa menerima kondisi alami tersebut dengan lega hati atau legowo. Sehingga, kelangsungan hari-hari setelah […]

Refleksi Harian 1 April 2015

Bahan: Yes.60:4-9; Mzm.70; Ibr. 12:1-3;Yoh. 13:21-32. Lidah Bagi penggemar masakan lidah, harganya cukup fantastis dibanding organ tubuh binatang yang lain. Rasanya memang lezat. Bila ingin langsung dimakan, dapat membeli di toko oleh-oleh khas Salatiga yang terletak di depan Klenteng, bila sedang berkuliner di Jawa Tengah. Lidah sebagai makanan memang lezat, namun lidah sebagai murid Tuhan […]

Refleksi Harian 31 Maret 2015

Bahan: Yes. 49:1-7; Mzm.71:1-14; 1 Kor.1:18-31; Yoh. 12:20-36. Antara Dunia dan Allah Manusia dihadirkan di tengah dunia karena karunia Allah. Dan di dalam karunia itu, manusia bebas untuk hidup yang bertanggungjawab di hadapan Allah. Sayangnya, manusia lebih senang hidup terikat dengan dunia ini. Siapa yang tidak tertarik dengan kemilau dunia? Karena Allah membekali manusia dengan […]

Refleksi Harian 30 Maret 2015

Bahan: Yes. 42:1-9; Maz. 36:5-11; Ibr.9:11-15; Yoh. 12:1-11. Perjalanan Seorang Hamba Hamba seperti Yesus tiada bandingnya. Ia memulai ritual penyelamatan manusia dengan menjadi manusia. Sebagai Tuhan, Ia memiliki kuasa tanpa batas. Sebagai Hamba, Ia menjalankan tugas berat menjaga integritas diri sebagai utusan yang membawa mandat Sang Bapa. Bahkan saat manusia memberi penghargaan dengan mengurapi kakiNya […]

Refleksi Harian 28 Maret 2015

Dampak menghancurkan dari kelimpahan uang sangat luar biasa. Ia tidak hanya dapat menghancurkan orang lain, melainkan Sang tuan juga, sang pemilik kelimpahan itu sendiri.  Sejarah telah menunjukkan orang-orang kaya yang akhirnya mengalami kehancuran karena  keliru dalam memandang dan memperlakukan kekayaan. Ada yang keluarganya tercerai-berai, ada yang anak-anaknya terjerat oleh pergaulan bebas atau narkoba, bahkan ada […]