Refleksi Harian (Page 33)

renungan yang diterbitkan harian

Refleksi Harian 2 Maret 2015

Tentang Janji Allah (Kejadian 21:1-7)   Siapa yang menyangka jika Abraham yang renta itu dapat memiliki anak dan membesarkan anaknya hingga dewasa? Tetapi memang karya Allah jauh lebih besar dari apa yang dapat kita sangkakan. Dalam limpahan kasih karunia-Nya yang menyelamatkan, masalah-masalah kita tidak sulit terselesaikan bersama-sama dengan Allah selagi kita percaya dan melibatkan-Nya dengan […]

Refleksi Harian – 27 Feb 2015

Bahan: Kejadian 16:1-6; Roma 4:1-12. Saling mendukung kelemahan dan kelebihan pasangan menjadi tali pengikat kasih hubungan antara Abram dan Sarai. Sekalipun Abram dapat mengambil banyak istri pada jamannya, tapi ia memilih setia kepada Sarai – tanpa membebani hubungan mereka tentang siapa yang mandul di antara keduanya. Abram mengimani bahwa ada atau tidak ada keturunan adalah […]

Refleksi Harian – 26 Feb 2015

Bacaan: Kejadian 15:1-6, 12-18; Roma 3:21-31 Pertanyaan, bila disampaikan dalam situasi dan kondisi tepat tak akan menjadi masalah. Seperti: kapan punya pacar? Bila disampaikan kepada orang yang gagal berpacaran akan menimbulkan dampak penolakan berkomunikasi dengan si penanya. Demikian pula jika pertanyaan: sudah punya anak berapa? Bila disampaikan kepada pasangan yang menikah selama puluhan tahun dan […]

Refleksi Harian – 25 Feb 2015

Bacaan: Amsal 30:1-9; Matius 4:1-11 Sewaktu bangun pagi, umumnya orang mencari weker, meraba kaca mata, meraih handphone atau alat gadget yang lain….Pernahkah kita bangun pagi dan langsung mengucap syukur pada Tuhan? Serta memohon seperti Agur bin Yake, dua hal: “Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan; jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan […]

Refleksi Harian – 24 Feb 2015

Bacaan Ayub 5:8-27; I Petrus 3:8-18. Seorang ibu berusia senja dengan baju sederhana menemukan dompet yang terjatuh dan menitipkan dompet tersebut kepada satpam untuk dikembalikan kepada pemiliknya. Satpam segera menghubungi si pemilik dompet yang ternyata belum pergi jauh dari gereja, dan segera bergegas kembali ke gereja. Tak dinyana, si pemilik dompet marah kepada satpam dan […]

Refleksi Harian – 23 Feb 2015

Bacaan Ayub 4:1-21; Efesus 2:1-10 Teguran Elifas kepada Ayub dapat dialami oleh setiap orang beriman, yang sungguh-sungguh menjalankan tugas panggilan dengan setulus hati. Dan di saat bencana kehidupan dialami orang seperti Ayub, maka wajar bila seorang teman mengingatkan pengajaran yang diucapkan dan mustinya sanggup dijalani oleh Ayub. Seakan-akan, hidup Ayub seperti buah simalakama : maju […]

Refleksi Harian – 21 Feb 2015

Bacaan: Mzm. 32; Mat. 9:2-13Stereotip dapat menghalangi kita untuk menemukan kebenaran. Tidak hanya itu, stereotip dapat membuat kita kehilangan kegembiraan, dan gagal mengalami keajaiban. Hal-hal indah dan menakjubkan yang disajikan di depan kita, yang semestinya membuat kita bersorak, tak dapat kita nikmati. Di saat orang lain dilingkupi perasaan sukaria, kita tenggelam dalam rasa kesal; ketika […]

Refleksi Harian – 20 Feb 2015

Ketika menemukan, apalagi mengalami ketidak-adilan di tempat di mana keadilan mestinya ditegakkan, kelicikan atau kecurangan dari orang yang lantang berteriak tentang kejujuran, tekanan dari orang atau lembaga yang mengaku penegak HAM, fitnah atau pemutar-balikan fakta dari orang yang mengaku pejuang kebenaran; jangan berkecil hati, apalagi hilang harap. Tetaplah pelihara  keyakinan bahwa keadilan suatu saat akan […]

Refleksi Harian – 19 Feb 2015

Bacaan: Dan. 9:1-14; 1 Yoh. 1:4-10 Ketika kita menyadari bahwa perkataan atau tindakan kita dan/atau sesama kita akan memberi dampak destrukrif bagi kehidupan, maka langkah pertama yang harus kita lakukan bukanlah mencari aneka dalih untuk membela diri atau meminta orang lain memahami, melainkan mengakui dengan jujur dan seada-adanya kesalahan yang telah terjadi itu, dan kemudian […]

Refleksi Harian – 18 Feb 2015

Bacaan: Yes. 58:1-12 Kesalehan yang berkenan kepada Allah bukan pertama unjuk ketaatan pada pelaksanaan ritus keagamaan, seperti berpuasa, melainkan, dan terutama, aksi yang membebaskan mereka yang tertindas dan dililit kemiskinan. Bahkan bukan sekedar memberi apa yang kita punya, melainkan merelakan yang kita inginkan untuk dinikmati oleh mereka yang miskin dan tertindas. Bukan juga sekedar dinikmati, melainkan […]