Refleksi Harian (Page 34)

renungan yang diterbitkan harian

Refleksi Harian 27 Maret 2015

Uang, utamanya  dalam kelimpahan, memberi  dampak konstruktif maupun destruktif dalam kehidupan. Uang memberi dampak konstruktif ketika kelimpahannya dijadikan sarana pelayanan, alat untuk mendatangkan kesejahteraan bagi sebanyak mungkin sesama. Uang memberi dampak destruktif ketika kelimpahannya dijadikan pusat dan tujuan hidup. Segala sesuatu diukur dengan uang. Relasi dengan sesama, dengan orang yang katanya dicintai, bahkan dengan Tuhan […]

Refleksi Harian 26 Maret 2015

Kemiskinan terjadi bukan pertama-tama karena alam tak menyediakan cukup atau karena kemalasan, melainkan karena kerakusan mereka yang berkuasa dan ketidak-adilan. Kerakusan dan ketidak-adilan terjadi karena mereka yang diberi kepercayaan dan bertugas menegakkan hukum tidak menjalankan fungsinya dengan baik dan benar, apalagi menjadi teladan moral. Ketika yang diberi tanggung-jawab dan bertugas ini terus tak berfungsi semestinya, […]

Refleksi 24 Maret 2015

Bacaan: Yes. 44:1-8; Kis. 2:14-24 Ada banyak alasan untuk gentar tetap bersikap jujur dan melawan kecurangan, berlaku adil dan melawan para penindas, serta bertindak benar dan membongkar kesalahan dalam dunia yang edan ini. Sebab orang-orang curang dilindungi oleh uang yang mereka rampok, para penindas dikawal oleh preman yang tak segan menganiaya, dan para pembohong dilindungi […]

Refleksi Harian 23 Maret 2015

Ketika gagal menepati janji atau memenuhi komitmen, kata yang biasanya terucap adalah: “Maaf, saya khilaf.” Meminta maaf atas kegagalan itu sendiri adalah baik. Namun, tanpa sadar, ucapan ini membuat kita menempatkan janji atau komitmen pada tempat yang rendah, yang tak penting, yang mudah diabaikan, bukan prioritas. Komitmen merupakan salah satu hal penting penanda diri (di […]

Refleksi Harian 21 Maret 2015

Bahan: Habakuk 3:2-13; Yohanes 12:1-11 Pemberi hidup Siapakah pemberi hidup? Itulah yang ditanyakan oleh Habakuk. Tuhan memang murka namun Dia tetap mengasihi umat-Nya. Dia dasyat sekaligus lembut. Tuhan melakukan segala yang baik namun tidak demikian dengan patung-patung dari kayu dan batu, sekalipun mereka bersalut emas. Mereka tak bisa berbuat apa-apa. Mereka diam membisu. Karena Tuhan […]

Refleksi Harian 20 Maret 2015

Bahan:Keluaran 30:1-10; Ibrani 4:14-5:4 Yesus, imam besar yang sempurna Tuhan berfirman kepada Musa untuk membuat perkakas-perkakas Kemah suci dengan tepat. Semua dibuat dengan baik dan tepat sehingga bisa dipergunakan utk ibadah dengan baik. Harun sebagai imam besar pertama dipilih untuk menjalankan dengan baik dan tepat. Namun, sama seperti umat Israel lain, Harun tak luput dari […]

Refleksi Harian 19 Maret 2015

Bahan: Yesaya 30:15-18; Ibrani 4:1-13 Mengeraskan Hati Serosis, yg seringkali disebut hati yg sudah keras utk bahasa kedokteran. Namun penulis kitab Ibrani memakai bahasa “mengeraskan hati” juga utk mereka yg tidak mau percaya atau tidak mau mengikut Firman Tuhan; padahal undangan Tuhan diberikan dgn luar biasa. Tapi karena hati yang keras, yg tak berfungsi lagi […]

Refleksi Harian 18 Maret 2015

Bahan: Yesaya 60:15-22; Yohanes 8:12-20 Pemulihan Yerusalem adalah kebanggaan Israel. Selain di sanalah ibu kota yg terpenting adalah Bait Allah, tempat ibadah dan sekaligus pusat peribadahan Israel. Namun pada suatu masa kebanggaan itu runtuh; hancur lebur. Israel merasa sedih dan hancur. Namun Allah tidak tinggal diam. Ia memulihkan keadaan bangsa Israel. Ia mengembalikan Israel seperti […]

Refleksi Harian 17 Maret 2015

Bahan: Bilangan 20:1-13; I Korintus 10:6-13 Bersungut-sungut Sungut-sungut. Apa penyebabnya? Kita sering merasa tidak pas dengan warna baju kita. Kita merasa tidak dilayani dgn baik. Kita merasa tidak dicintai. Jadi, apa masalahnya? Bukankah “kita”? Ketidaksesuaian itu oleh karena kita sendiri. Kita ingin apa yg kita mau dipenuhi seperti harapan saya. Bukankah itu juga yang terjadi […]

Refleksi Harian 16 Maret 2015

Bahan: Keluaran 15:22-27; Ibrani 3:1-6 Kesetiaan Sebagai seorang pemimpin, Musa menunjukkan kesabarannya. Ia harus menghadapi rombongan yg tegar tengkuk, yg kehendaknya: pulang ke Mesir, kembali ke tempat perbudakan. Dengan sabar Musa menghadapi mereka yg bersungut-sungut. Juga dalam bacaan kitab Keluaran, ketika bangsa itu menemukan air yang pahit. Berkali-kali kesetiaan Musa diuji. Sebagai manusia Musa pernah […]