Dasar sebuah kebahagiaan

Dasar sebuah kebahagiaan

Pengkhotbah 8:12-13

 

Kebahagiaan tidak bergantung pada apa yang kita alami, seperti kegagalan atau keberhasilan, pengkhianatan atau kesetiaan, penghinaan atau pemujaan. Bukan juga  pada yang kita miliki, seperti kekayaan, kekuasaan, jabatan, gelar akademik, wajah yang menawan, bahkan usia yang panjang. Hal-hal ini malah bisa saja membuat kita mengalami kesedihan bahkan penderitaan.

Kebahagian itu bergantung pada relasi kita dengan Tuhan, tepatnya kesediaan kita memandang yang kita alami dan/atau yang kita miliki dalam perspektif Tuhan. Ketika kita meyakini bahwa semua yang kita alami senantiasa dalam perlindungan dan pemeliharaan Tuhan, dan yang kita miliki semua berasal dari Tuhan, maka kita akan menjadi orang yang berbahagia. Sebab kita tidak pernah lagi takut kehilangan karena semua adalah titipan Tuhan, dan tak pernah iri pada hidup mujur yang dialami oleh orang-orang jahat, karena kita yakin hidup kita dalam pemeliharaan Tuhan. Seperti kata Pengkhotbah: “Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan  beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.  Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan…“ (Pkh. 8:12-13).

Pdt. Arliyanus larosa

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *