Dewan Gereja Dunia Kutuk Kekerasan di Timur Tengah dan Dorong Penguatan Usaha Perdamaian

SINODEGKI.ORG – “Kekerasan yang berulang dan membentuk jenis-jenis baru di Timur Tengah, khususnya di Yerusalem, Damaskus, dan Bahdad, sangat perlu dikecam. Ajakan untuk berdoa bagi perdamaian dan penghentian terhadap tindakan-tindakan ekstrim yang merusak kemanusiaan, perlu terus disuarakan,” ujar Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Dunia (WCC), Pdt. Dr. Olav Fykse Tveit.

“Sekali lagi, ini tentang hidup manusia, ketika kita sedang merayakan liburan, saudara-saudara kita yang lain sedang mengalami serangan yang jahat,” tambah Tveit

Tentara Gabungan Perangi ISIS

Tiga kota di Timur Tengah mengalami serangan pada hari yang sama, WCC mengecam segala bentuk teror, termasuk teror terhadap Negara. WCC menghimbau untuk menghentikan kekerasan, berdukacita bagi yang kehilangan orang-orang tersayang, dan mengajak terus berdoa bagi para korban dan keluarganya.

“Kita harus bersatu, tidak hanya untuk mengutuk tindakan-tindakan ini, namun juga untuk menguatkan pendeka

tan kita akan perdamaian. Kita harus berjuang agar tindakan ekstrim tidak memisahkan kita satu dengan lainnya. Warga Yerusalem telah mengalami peristiwa yang mengerikan hari ini. Sekali lagi, sebuah truk digunakan untuk pembunuhan massal? Ini merupakan tindakan yang dikutuk oleh semua orang. Setiap kehidupan adalah berharga,” ujar Tveit.

Empat orang tewas di Yerusalem ketika seseorang menabrakkan truk ke sebuah kelompok tentara, tiga orang wanita, dan seorang pria, seluruhnya ada 20 orang. 13 orang terluka, dan polisi Israel menyatakan bahwa itu merupakan serangan teroris.

Di Damaskus, setidaknya lima orang tewas dan 15 lainnya terluka setelah sebuah bom dalam mobil meledak di propinsi Siria, diluar ibukota.

Di Irak, sebuah bom mobil meledak di sebuah pasar di Timur Bahdad dan menewaskan 12 orang, serta melukai lebih banyak orang.

Tveit meyakinkan saudara-saudara di Yerusalem, Bahdad, dan Damaskus, dan di seluruh dunia bahwa WCC bersama mereka dalam doa, keprihatinan, dan pengharapan yang tidak pernah padam.

“Kita harus terus berdoa bagi para korban dan keluarganya. Mari kita cari belas kasihan, cinta, dan kasih karunia Tuhan sehingga kita senantiasa dikuatkan dalam perjuangan menuju keadilan dan perdamaian. Ini saatnya membangun kesatuan secara nasional maupun internasional untuk mencari solusi politik dan kerjasama untuk mewujudkan keadilan di seluruh dunia dimana baik sipil maupun militer telah menjadi korban,” ajak Tveit. (oikumene.org/spw)

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *