Dikuatkan oleh Iman

Kel. 3 : 1 – 5
Ibr. 11 : 23 – 31

Perjumpaan antara Tuhan dan manusia adalah suatu hal yang menggetarkan. Begitu juga dengan Musa. Perjumpaannya dengan dengan Tuhan menjadikan Musa takjub karena ia melihat semak duri yang tak terbakar sekalipun ada nyala api.

Diawali dari rasa ingin tahunya maka Musa menuju ke semak duri itu. Itulah awal perjumpaannya dengan Tuhan, Allah Israel di gunung Horeb.
Keluaran 3:4-5 (TB) Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.”
Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”

Berawal dari rasa takjub itulah maka Musa lalu menjadi percaya dan mau menjadi wakil Allah untuk membebaskan bangsa Israel.
Dan penulis kitab Ibrani memberi kesaksian: semua yang Musa lakukan, itu semua karena iman yang tidak mau digeserkan oleh apapun juga.

Ibrani 11:25-26 (TB) karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.
Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.

Dalam dan dengan iman, Musa berjalan dan menghadapi berbagai macam rintangan dalam hidupnya; ia harus menghadapi sebuah bangsa yang tegar tengkuk, dan ia harus membimbing mereka menuju Kanaan, tanah perjanjian.
Apakah kita juga mengalami tantangan dalam perjalanan hidup dan perjalanan iman kita? Apakah kita mengalami berbagai pergumulan dalam hidup ini?
Imanlah yang akan menuntun dan menguatkan kita. Sama seperti Musa, oleh karena imannya, ia mampu untuk membimbing umat Tuhan sampai ke perbatasan tanah perjanjian.

Bertahanlah, berjuanglah dan teguhlah karena iman kepada Kristus adalah pokok kehidupan kita.

Pdt. Agus Wijaya

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *