GKI Pengadilan “Bakal Pos” Taman Yasmin

Sekitar tahun 2000 Majelis Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) mulai memproses perizinan membangun gereja di daerah Taman Yasmin, Bogor Jawa Barat. Perizinan pembangunan gereja tersebut dilakukan dengan mematuhi dan memenuhi segala
persyaratan administratif pembangunan rumah ibadah sebagaimana ditentukan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 01/BER/MDNMAG/1969. Dan pada tahun 2006, Wali Kota Bogor, mengeluarkan izin membangun gereja dengan menerbitkan Surat Keputusan Nomor 645.8-372 tahun 2006 tertanggal 13 Juli 2006 tentang Izin Mendirikan Bangunan. Dan mulai saat itu, proses pembangunan Gereja Kristen Indonesia di Taman Yasmin mulai berjalan sesuai dengan prosedur hukum.

Namun dalam perjalanannya, pembangunan gereja tersebut dihentikan oleh Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Bogor melalui surat Nomor 503/208-DTKP tertanggal 14 Februari 2008 perihal Pembekuan Izin. Dan seterusnya terjadi penutupan paksa (penyegelan) gereja yang sedang dibangun, serta terjadi pelarangan-pelarangan ibadah yang akan dilakukan di
gereja tersebut. Selanjutnya, Pihak Gereja Kristen Indonesia (GKI) menggugat surat tersebut ke pengadilan.

Pada tanggal 4 September 2008 Pengadilan Tata Usaha Negara memutuskan membatalkan Surat Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan. Selanjutnya pada tanggal 2 Februari 2009, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara kembali membatalkan surat terebut, dan akhirnya pada tanggal 9 Desember 2010, Mahkamah Agung juga memutuskan membatalkan Surat
Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan tersebut.

Namun walaupun demikian, sampai saat ini Pemerintah Kota Bogor tetap menutup/menyegel gereja tersebut dan melarang jemaat beribadah di gereja tersebut.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *