Iman Untuk Melangkah

Melangkah. Foto: preparelovepraise.org

Pdt. Rinto Tampubolon,

“Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.” (Yosua 1:9 )

Kalau kita rasa-rasanya sulit melangkah, sulit move on, sulit maju, coba perhatikan tiga hal ini di dalam diri kita. Karena ketiga hal ini dapat menjadi sebab mengapa kita sulit melangkah maju dalam menjalani kehidupan beriman.

1. Kita salah meminta yaitu meminta hal yang tidak perlu diminta. Kita tidak bosen-bosennya memintaTuhan untuk menguatkan hati kita untuk berjalan, padahal Tuhan sudah katakan “kamulah yang harus belajar menguatkan hatimu sendiri”. Cobalah lihat ketika orangtua melatih anaknya berjalan, dia membiarkan anak itu berjuang sendiri untuk berdiri dan berjalan. Dia tidak terus menerus memegangnya. Apabila anak itu terus dipegangin, mana bisa anak itu berjalan. 

Apa yang paling pentin bagi si anak untuk dapat berjalan adalah bajwa ia harus belajar menguatkan hatinya untuk melangkah. Dengan demikian maka dia akan melangkah, dan orangtuanya akan bersorak bahagia.

2. Kita salah memilih perbekalan untuk perjalanan. Tidak ada orang yang membawa buah yang kecut untuk bekalnya bepergian. Semua ingin membawa yang terbaik untuk menjadi bekalnya. Jika buah yang kecut selalu ditinggal, lalu mengapa hati yang kecut justru dibawa dan disimpan dalam menjalani kehidupan? Bukankah itu artinya kita membawa beban yang tak berguna. Jadi tinggalkan segala yang kecut di hati maka kita akan bersemangat melangkah.

3. Suka melupakan sahabat sejati  perjalanan hidup. Ingat….ingat…! Kalau jalan janganlah hanya menatap tembok, sungai yang meluap, dan kota-kota berkubu, tetapi tengoklah ke samping, Tuhan Yesus selalu menatap kita.  Berbicaralah kepadanya. Ngobrol dan selalu bertanya “bagaimana caranya. Bantuin dong”. Ingatlah Tuhan Allah sudah berkata “Aku menyertaimu”. Jadi jalan bareng dong, jangan ingin jalan sendirian, dan jangan biarkan yang berjalan bersama kita terabaikan.

Jadi, melangkahlah terus dalam iman. Ingatlah firman Tuhan yang mengatakan: Kuatkan dan teguhkan hatimu, jangan kecut, Aku menyertaimu.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *