Jangan Malas

Pdt. Essy Eisen,

Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga (Amsal 12:27).

Grup musik tahun 70-an “Koes Plus” pernah mempopulerkan sebuah lagu dengan judul “Kolam Susu”. Lagu ini menggambarkan betapa berlimpahnya kekayaan alam kita dari segi perikanan dan pertanian. Sebagai negara kepulauan dengan tanah yang subur, kita juga memiliki kekayaan sumber daya energi dan mineral berupa batu bara, tembaga dan emas. Namun jujur, dengan berlimpahnya sumber-sumber daya itu, masih banyak penduduk bangsa ini yang miskin dan sulit untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya demi bersaing dengan bangsa-bangsa lain dalam era perdagangan global ini. Memang banyak faktor penyebabnya. Satu yang jelas mungkin ini: kemalasan!

Kitab Amsal kaya dengan nasihat-nasihat bijaksana yang membangun motivasi. Dengan berpegang pada hikmat Allah, orang dimampukan untuk mengenali celah-celah yang membahayakan bagi diri sehingga tidak terjebak dalam hidup yang bodoh. Acapkali karena berlimpahnya sesuatu, seseorang menjadi tidak sigap untuk mengelolanya dengan baik. Penulis Amsal menasihatkan bahwa orang yang rajin dan bijaksana akan mengelola sumber daya yang dimilikinya dengan hati-hati. Tetapi orang yang malas memilih untuk menyia-nyiakan apa yang sudah dikaruniakan Allah sehingga sumber daya yang ada terbuang percuma.

Youth, coba perhatikan sumber daya yang sekarang ini Anda miliki dengan berlimpah mulai dari waktu, kesehatan, tenaga, usia muda. Mari kelola itu semua dengan bijaksana. Jangan abaikan nasihat Firman Tuhan dengan menyia-nyiakan sumber daya yang kita miliki. Ingatlah bahwa “orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.”

Apakah Anda ini termasuk orang yang malas atau yang rajin? Mengapa?

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *