Jangan Ulangi Kesalahan

Ilustrasi Jam. Foto: womensnetwork.com.au

Pdt. Imanuel Kristo,

Seorang pemberontak kerajaan harus menjalani hukuman mati di tiang gantungan karena apa yang dilakukannya. Namun saat hukuman mati itu dilakukan, secara mengejutkan tiba-tiba tali yang digunakan terputus. Menurut keyakinan yang ada pada waktu itu, jika seorang terhukum terselamatkan karena hal yang demikian maka sang terdakwa diyakini sebagai yang tidak bersalah. Oleh karenanya dia harus dibebaskan.

Seharusnya dia bersyukur untuk semua itu, namun dalam kesombongannya penjahat yang beruntung itu berucap: “Sang raja memang bukanlah pemimpin yang cakap, hanya untuk mempersiapkan tali gantungan saja dia tidak mampu – bagaimana mungkin tali gantungan putus sebelum difungsikan”.

Perkataannya itu akhirnya sampai ke telinga sang raja, dengan cepat dia kemudian merespon: “Kita siapkan tiang gantungan yang paling baik, lalu kemudian kita cobakan kepada tahanan yang terselamatkan itu, buktikan bahwa aku adalah raja yang patut diperhitungkan” Dan hasilnya dapat dibayangkan, pria malang itu akhirnya mati di tiang gantungan.

Sahabat GKI, kesalahan pertama yang kita lakukan tidak perlu diikuti oleh kesalahan ke dua. Karena kesalahan pertama saja sudah cukup besar dan kesalahan kedua hanya akan menambahkan kerugian. Jadilah bijak dengan hidup tanpa pengulangan kesalahan.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *