Kaum Muda mengeksplorasi diri sebagai Duta Perdamaian selama Seminar di Kairo, Mesir

Kaum Muda mengeksplorasi diri sebagai Duta Perdamaian selama Seminar di Kairo, Mesir

Participants meeting with the Grand Imam Dr. Ahmad Al Tayyeb. Photo: Courtesy of Al-Azhar University

25 Augustus 2016

 “Saya sangat yakin dengan kemudaan dan anthusiasme serta kesadaran anda, dimana anda akan menjadi duta perdamaian, belas kasihan dan kerja sama dunia.” Pesan ini disampaikan oleh Imam Besar Al-Azhar, Dr. Ahmad Al-Tayyeb, dalam seminar Pertemuan Pemuda, Agama, dan Kekerasan di Kairo, minggu ini.

Sekitar 40 orang pemuda/i dari Eropa, Afrika, Asia dan Timur Tengah bertemu dengan Al-Tayyeb dan pemimpin agama lain untuk berdiskusi mengenai dampak agama dan sumbangannya terhadap perdamaian.

Al-Tayyeb menambahkan:”Agama-agam Tuhan, terutama Islam, mengkonfirmasi bahwa manusia harus dihargai dan dihormati. Adalah hal yang terlarang untuk membunuh, dan meneror mereka yang tidak bersalah.

Al-Tayyeb sangat antuasias membagi visinya kepada anak-anak muda masa kini:”Tugas pertama anda adalah bagaimana membangun dunia baru tanpa ada pertumpahan darah, kemiskinan, penyakit atau pemberontakan.”

Para peserta juga mengunjungi Uni Emirat Arab, bertemu deputi sekretaris jenderal Ahmed Heli, beliau menyatakan:” Agama membawa pesan ilahi tentang perdamaian di dunia. Kristen dan Muslim bertanggungjawab menjaga dialog, dan pemahaman bersama. Nilai-nilai kita satu. Hari ini kita menghadapai tantangan yang kritis dari inkarnasi terorisme dan fanatisme, dalam nilai ekslusifisme. Nilai-nilai itu bertentangan dengan pengajaran kita, bukan hanya bertentangan dengan pengajaran agama tetapi juga dengan kemanusiaan.”

Bin Heli mengusulkan sebuah kolaburasi dari Dewan Gereja Sedunia, Al-Alzhar dan Uni Emirat Arab untuk saling membanyu menghadapi ekstrimisme. Beliau menjelaskan bahwa program-program pendidikan bagi kaum muda, wanita dan anak-anak adalah program yang penting untuk mempertahankan perdamaian.

The seminar also offered sessions about building citizenship from social, political, economic and educational perspectives in order to have integrative and inclusive societies and prevent violence. Investing in building citizenship was considered as a measure to prevent young people from being preyed upon by extremist groups and falling into fanaticism.

Dalam seminar ini juga diadakan sesi khusus mengenai membangun kewarganegaraan melalui perpektif sosial, politik, ekonomi, dan pendidikan guna membangun sebuah lingkungan yang terintegrasi dan inklusif untuk menghindari kekerasan. Sesi yang penting lainnya adalah peserta belajar bagaimana Al-Azhar menyiapkan imam-imam dan melakukan regenerasi secara terus-menerus.

https://www.oikoumene.org/en/press-centre/news/young-people-explore-role-as-201cambassadors-of-peace201d-during-cairo-seminar

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *