Kemendesakan Sebagai Pertimbangan

Terkadang kita harus menunda untuk meraih kesuksesan yang sudah di depan mata demi  memperbaiki relasi yang sedang terancam. Bukannya kita tidak memandang penting untuk meraih kesuksesan yang sudah di depan mata itu, melainkan karena hal-hal yang berkaitan dengan relasi yang sedang terancam itu sangat mendesak untuk diperbaiki. Penundaannya, apalagi demi meraih kesuksesan yang lain, akan semakin memperburuk situasi. Ini bukan soal mana yang lebih penting, sebab dua-duanya sama penting, melainkan mana yang lebih mendesak.

Pertimbangan kemendesakan inilah yang membuat Paulus memilih berangkat ke Makedonia meskipun kesuksesan pelayanan di Troas sudah di depan mata. “Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku dapati, bahwa Tuhan telah membuka jalan untuk pekerjaan di sana. Tetapi hatiku tidak merasa tenang, karena aku tidak menjumpai saudaraku Titus. Sebab itu aku minta diri dan berangkat ke Makedonia.” (2 Kor. 2:12-13). Bukannya Paulus mengabaikan pemberitaan Injil di Troas, melainkan karena informasi tentang situasi umat di  Korintus yang sedang berkonflik dengannya sangat mendesak untuk segera ia ketahui dari Titus yang telah ia utus ke Korintus.

Karena itu, ketika kita diperhadapkan pada dua pilihan yang sama-sama penting dan kita tidak dapat mengerjakan dua pilihan itu pada waktu yang bersamaan, maka tingkat kemendasakan inilah yang dapat kita jadikan pertimbangan untuk menentukan pilihan.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *