Ketika Batas Hidup Tiba

Kehidupan di bumi ini terbatas, secara khusus dalam perspektif waktu. Segala sesuatu akan berakhir. Segala yang hidup menuju pada kematian. Syukur kepada Tuhan bahwa kita, manusia, adalah satu-satunya makhluk yang Ia beritahu tentang hal ini. Hanya manusialah yang mendapat keistimewaan dari Allah untuk mengetahui bahwa ia akan mati.

Pengetahuan ini adalah anugerah.  Dengan pengetahuan ini, manusia dapat memilah dan memilih hal-hal apa yang harus ia lakukan dan apa yang tak perlu dikerjakan dalam waktu yang terbatas itu. Hal-hal yang dipilih inilah yang menentukan kebermaknaan hidup ini.

Beruntunglah orang-orang seperti rasul Paulus yang secara terus menerus memiliki kesadaran atas hidup yang terbatas tersebut. “Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.”  (2 Tim. 4:6).

Dengan kesadaran ini, ia memanfaatkan hidupnya dengan memilih melakukan hal-hal yang bernilai di hadapan Allah. Paulus menulis: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (2 Tim. 4:7).

Sahabat, ketika batas akhir hidup kita di dunia ini tiba, apakah kita dapat juga menyatakan” “…aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman?”

Semoga.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *