Ketika hidup memberikan rasa

Pdt. Essy Eisen,

Biasanya saat orang memberikan kesaksian iman di depan Jemaat, acapkali yang disaksikan ialah betapa baiknya Allah yang sudah memberkati kehidupannya dengan berlimpah. Hampir jarang kita temukan, orang yang menyaksikan kebaikan Allah melalui peristiwa hidup yang menyakitkan hati.

Lely Simatupang, mengambil sikap yang berbeda. Ia tetap teguh menyaksikan kebaikan Allah walau ia harus mengalami sakit kanker yang berat. Ia menyaksikan pengalaman imannya dalam buku “When life gives me lemons”. Bukunya telah menjadi berkat dalam perjuangan menghadapi penyakit.

Ada mujizat dalam kisah hidup Yusuf. Mujizat perubahan hati. Awalnya saudara-saudara Yusuf merencanakan apa yang jahat kepadanya. Tetapi uniknya Yusuf menanggapi secara berbeda. Perjalanan rohaninya semenjak keluar dari sumur sampai meunju istana Mesir telah membentuk spiritualitas Yusuf menjadi matang dan dewasa.

Yusuf melihat apa yang telah terjadi dalam kehidupannya tidak lepas dari peran serta Allah yang menuntun dan memampukannya untuk belajar dari setiap pengalaman pahit kehidupan untuk keluar sebagai pemenang. Bagi Yusuf, rencana Allah itu baik bagi setiap orang yang mau diproses dalam tuntunan kehendak-Nya

Youth, ketika orang lain mereka-rekakan yang jahat terhadap Anda, jangan buru-buru panas hati dan menanggapinya secara salah. Lihatlah sikap hidup Yusuf yang dapat menjadi inspirasi bagi kita. Kepahitan hidup, dalam cara pandang orang beriman selalu mendapatkan makna yang baru, yang akan memampukannya tetap tangguh dan malah menjadi berkat bagi orang yang sudah menyakiti dan menjahatinya.

Apa yang membuat Anda mampu menjadi berkat bagi orang yang menjahati Anda?

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *