Kritis pada apa yang “sudah biasa”

Kritis pada apa yang “sudah Pengkhotbah 10:7

Kita sudah terbiasa melihat orang dengan kategori tertentu melakukan hal tertentu. Semisal, seorang istri mengurus rumah tangga sedangkan suami bekerja atau berusaha mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Tanpa sadar yang biasa kita lihat ini membentuk paradigma, sehingga lahirlah sebuah kesimpulan yang tak pernah dikaji apalagi diuji secara kritis. Akibatnya ketika melihat yang sebaliknya atau yang tak seperti biasanya itu, kita secara spontan memandangnya sebagai sebuah keanehan dan tidak jarang mempergunjingkannya. Hal yang kurang lebih sama inilah yang diungkapkan sang Pengkhotbah ketika ia mencatat: “Aku melihat budak-budak menunggang kuda dan pembesar-pembesar berjalan kaki seperti budak-budak.” (Pkh. 10:7). Padahal, kalau kita pikir secara kritis dan renungkan secara mendalam, emang kenapa kalau budak menunggang kuda dan pembesar berjalan kaki?! Emang kenapa kalau suami mengurus rumah tangga dan istri bekerja atau berusaha mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Maka, selalu bersikap kritislah pada apa yang “sudah biasa”.

Pdt. Arliyanus Larosa

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *