Legitimasi Pemimpin Spiritual

Tidak semua hal dalam hidup ini dapat kita raih dengan melulu mengandalkan kemampuan atau prestasi kita. Ada hal-hal dalam hidup ini yang kita terima sebagai pemberian, anugerah. Menjadi rasul adalah salah satu di antaranya. Tak ada seorang pun yang dapat mengangkat dirinya menjadi rasul.

Seperti pengakuan Palus, kerasulan adalah anugerah Allah. “Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya.” Jadi tak ada yang dapat mengutus dirinya sendiri menjadi rasul, pemberita firman Allah, pemimpin spiritual.

Seorang pemberita firman atau pemimpin spiritual harus diutus. Pengutusan ini pertama-tama terkait dengan tanggung-jawab. Sang pengutus bertanggung-jawab atas berita yang disampaikan bahkan semua pelayanan yang dilakuan oleh yang diutus. Yang diutus harus mempertanggung-jawabkan pelaksanaan tugas pengutusannya kepada yang mengutus. Sang Pengutus hanya satu, yaitu Tuhan Yesus Kristus, Sang Kepala Gereja. Namun Sang Pengutus tunggal itu telah memercayakan wewenang pengutusan itu kepada gereja-Nya.

Karena itu legitimasi seorang pemberi firman atau pemimpin spiritual bargantung pada keterikatannya dalam persekutuan orang-orang percaya, pengakuan umat, dan pengutusannya oleh gereja. Seseorang tak dapat mengangkat atau mengutus dirinya sendiri menjadi pemimpin spiritual.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *