Luhut Panjaitan Ajak Gereja Terus Doakan Pembangunan Indonesia

SINODEGKI.ORG

– Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menggelar dialog bertajuk “Situasi Kebangsaan Terkini dan Respon Gereja” di Graha Oikumene PGI, Salemba, Jakarta Pusat pada Kamis, 1 Desember 2016. Dialog ini dihadiri oleh pimpinan-pimpinan sinode gereja anggota PGI, dan pimpinan sinode dari gereja lain. Dialog dimulai dengan doa bersama bagi bangsa, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kemudian dialog dibuka dengan penayangan beberapa video tentang Indonesia dan dilanjutkan dengan ulasan singkat mengenai keadaan saat ini oleh ketua PGI, Pdt. Bambang Wijaya.

Dialog ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Kemaritiman, Jenderal TNI (Purn) Luhut B. Panjaitan yang berlaku sebagai narasumber. Dalam paparannya, Luhut Panjaitan mengemukakan mengenai beberapa tantangan eksternal yang saat ini dihadapi oleh Indonesia, antara lain: radikalisme dan terorisme, ekonomi global, serta ketidakpastian dunia khususnya dampak terpilihnya Donald Trump sebagai presiden.

Disamping itu menurut Luhut, Indonesia juga menghadapi tantangan internal, antara lain: bentuk geografis Indonesia sendiri yang adalah negera kepulauan, kesenjangan pendapatan, pembangunan yang belum merata, bonus demografi, dan peningkatan index pembangunan Indonesia.

Luhut menggunakan kesempatan ini untuk

Jpeg
Jpeg

memaparkan pencapaian-pencapaian yang sudah dicapai oleh pemerintah berdasarkan data-data dari Badan Pusat Statistik dan Kementrian Perekonomian. Pemerintah sedang berusaha dengan keras untuk melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga dan meningkatkan stabilitas ekonomi, serta melakukan pemerataan pembangunan di seluruh daerah. Beberapa permasalahan memang harus disikapi dengan keras karena banyak yang menghambat pembangunan.

Pemerintah sedang berusaha membangun infrastruktur di pelosok-pelosok negeri, membangun jalan tol, jembatan, pelabuhan, dan landasan udara. Hal ini dilakukan untuk mengurangi inefisiensi yang terjadi selama ini. Pemerintah juga menaruh perhatian khusus untuk pembangunan wilayah Timur Indonesia, khususnya Papua. Pemerintah sedang berupaya membangun baik sumber daya manusia dan infrastruktur di Papua. Luhut mengajak gereja untuk berperan secara nyata mendukung kerja keras pemerintah, khususnya untuk di wilayah-wilayah pedesaan.

“Doa adalah hal yang sangat penting, gereja harus terus mendukung pemerintah melalui doa-doa yang tidak berhenti. Dan para pemimpin gereja harus turun ke bawah untuk mendorong umat agar juga mengembangkan dirinya,” ajak Luhut.

Luhut juga meyakin gereja bahwa pemerintah menjamin keamanan negara sangat ini meskipun banyak berita yang mungkin dapat menimbulkan kekhawatiran, namun pemerintah masih dapat mengatasi segala tantangan terhadap gangguan keamanan yang terjadi.

Sepeninggal Luhut, dialog dilanjutkan dengan penyampaian ide-ide, masukan, dan penyampaian pengalaman-pengalaman dari gereja-gereja yang mengalami tantangan dalam pelayanannya. Dan PGI sebagai simbol kesatuan gereja-gereja di Indonesia mencoba menyalurkan dalam bentuk-bentuk kegiatan yang nyata bekerjasama dengan semua pihak, termasuk pemerintah. (spw)

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *