Memperbanyak Latihan Beribadah

Memperbanyak Latihan Beribadah

Ada beberapa praktek-praktek atau latihan-latihan yang dapat menolong kita untuk meningkatkan spiritualitas kita. Puasa makan dan minum, misalnya. Praktek berpuasa menolong kita untuk mengendalikan hasrat untuk tidak melakukan hal-hal tertentu atau melawan godaan untuk melakukan hal-hal tertentu, dalam hal ini makan dan minum.

Hal ini berlaku pula untuk puasa lainnya, seperti puasa bermedsos, puasa ke Mall, dll. Praktek seperti ini, sekali lagi, tentu saja berguna bagi pertumbuhan spiritualitas kita. Pada saat yang sama, kita perlu menyadari bahwa praktek semacam ini tidak cukup bila kita ingin bertumbuh secara optimal.

Inilah yang dimaksud rasul Paulus ketika ia menulis: “Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. (1 Tim. 4:7,8). Latihan badani, seperti berpuasa, hanya menolong kita untuk tidak melakukan hal-hal tertentu, secara khusus hal-hal yang jahat dan salah atau ingin kita hindari. Ini adalah kebaikan pasif. Sedangkan latihan ibadah mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang berkenan kepada Allah; mempersembahkan seluruh yang dipikirkan, diputuskan, dikatakan, dan dilakukan kepada Tuhan (bnd. Roma 12:1-2). Latihan beribadah melatih konsistensi melakukan dan keberserahan pada kehendak Allah. Karena itu, latihan-latihan pengendalian diri mesti disempurnakan dengan memperbanyak latihan beribadah.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *