Menghadapi Rayuan Dosa

Tak ada seorang pun dalam hidup ini yang sedemikian hebatnya sehingga dapat menepis semua godaan yang berakibat dosa. Manusia pada dasarnya rentan terhadap serangan dosa. Manusia tak berdaya dan mudah jatuh ketika kepadanya ditawarkan hal-hal yang mmenyenangkan dan mendatangkan kenikmatan. Maka ujung kehidupan manusia sesungguhnya sudah dapat diprediksi, yaitu kebinasaan, kematian kekal.

Tapi syukur kepada Allah yang karena kasih-Nya yang besar memberi jalan keluar atas ketakberdayaan manusia itu.Tuhan merelakan anak-Nya yang tunggal, yaitu Yesus Kristus, mati untuk menanggung akibat dosa tersebut, supaya dengan demikian manusia memperoleh hidup kekal.

“Benarlah perkataan ini: “Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia; (2 Tim. 2:11). Mati dengan Kristus berarti mati bagi dosa. Artinya kita menanggalkan dan meninggalkan kehidupan dalam dosa seperti ketika kita berada dalam kehidupan yang lama. Ini tak berarti bawah kita adalah pribadi yang sedemikian hebatnya sehingga rayuan dosa tak lagi mempan menjatuhkan kita. kesediaan menyambut dan percaya anugerah Allah dalam peristiwa kematian Yesus itulah yang akan membuat kita memiliki daya menghadapi rayuan dosa.

Karena itu kita harus terus melekat dan memelihara kepercayaan kepada Kristus.harapanindah

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *