Menjadi Benar

Pdt. Agus Wijaya,

Ams. 8: 32 – 9: 6; 1 Petr. 2: 1-3

Setiap orang tentu menghendaki yang baik terjadi atas dirinya. Itulah yang diingatkan penulis kita Amsal:

Amsal 8:34-36 (TB)  Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku. 

Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia. 

Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.” 

Dan penulis mengingatkan: hikmat sudah mempersiapkan sedemikian rupa untuk orang datang ke dalam rumah Hikmat. Namun, adakah orang yang datang? Adakah orang yang mau hidup berhikmat? 

Orang seringkali menganggap adalah bodoh kalau kita hidup di zaman yang serba keras, kita masih mengandalkan hikmat dan Tuhan. 

Benarkah?

Kelihatannya, ya. Namun, semua belumlah usai. Hidup manusia tidak berhenti kepada hidup sekarang ini.

Tuhan pasti menunjukkan kepada kita bahwa justru orang-orang yang berhikmatlah; yang takut kepada Tuhan yang akan memiliki dunia. Pemazmur mengingatkan hal itu.

Oleh karena dengarlah nasehat Petrus kepada jemaat:

1 Petrus 2:1-3 (TB)  Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.

Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.  

Kita sudaj diselamatkan dengam darah-Nya yang mahal. Jangan menjadikan sia-sia pengorbanan Kristus. Tetaplah berlaku benar, sekalipun itu berarti harus melawan arus deras dunia.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *