Menjadi dan Memilih Pemimpin

Menjadi dan Memilih Pemimpin

Kepemimpian mesti dimulai dan pertama-tama diuji dalam keluarga. Dalam keluarga kita belajar mengemban peran-peran, termasuk peran sebagai pemimpin. Kualitas kepemimpinan pun pertama-tama terperlihatkan dalam keluarga. Karena itu, seseorang yang hendak memimpin sebuah komunitas, apalagi memimpin kelompok masyarakat, harus pertama-tama menunjukkan bahwa dirinya adalah pemimpin keluarga yang baik. Ia harus melihat apakah dirinya telah berhasil mendidik anak-anaknya dengan baik, dan apakah dirinya telah berhasil mengembangkan relasi yang setara dan mejadi partner yang baik bagi suami atau istrinya.

Pada saat yang sama, ketika hendak memilih seorang pemimpin kita harus melihat bagaimana sang calon pemimpin memimpin keluarganya. Apakah ia berhasi mendidik anak-anaknya, atau setidaknya memperlakukan anak-anaknya dengan baik dan benar? Apakah ia memperlakukan pasangan hidupnya dengan hormat dan sebagai pasangan yang setara? Apakah ia bukan pelalu kekerasan dalam rumah tangga? Sebab seorang pemimpin harus merupakan “seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya.

Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?  (1 Tim. 3:4,5).


 

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *