Menjadi jembatan cinta

Pdt. Lindawati Mismanto,

Jembatan Suramadu adalah jembatan terpanjang di Indonesia. Ia merupakan salah satu ikon kota Surabaya. Memiliki panjang 5438 meter, jembatan ini menghubungkan pulau Madura dan pulau Jawa. Mulai dibangun pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003, dan resmi dibuka enam tahun kemudian pada 10 Juni 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono, jembatan ini telah menelan biaya 4,5 triliun rupiah.

Omong-omong soal jembatan, pernahkah Anda menyadari bahwa ada jembatan yang terbentang antara kita dengan Allah? Jembatan itulah yang menyebabkan kita dapat menjumpai Allah setiap waktu. Jembatan ini dibangun lewat pengorbanan Kristus di atas salib.

Kita tahu sejak manusia pertama memilih tidak percaya kepada Allah, terbentang jarak yang lebar antara manusia dan Allah.  Kejadian 6:5 mencatat, “segala kecenderungan hati manusia selalu membuahkan kejahatan semata-mata.” Adakah yang lebih mendukakan Allah daripada ini? Manusia yang diciptakan semestinya sebagai mandataris Allah untuk kebaikan bumi ini, malah merusak bumi dan menghancurkan kehidupan manusia lain.

Namun di dalam Kristus, semuanya telah usai. Ibrani 10:20 menuliskan “Karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri.” Jalan baru yang diberikan Kristus inilah yang memungkinkan kita memanggil Allah sebagai Bapa. Adakah yang lebih istimewa dari panggilan Bapa ini?  s

Jika untuk membangun jembatan antara kita dan Allah, Dia telah membayarnya dengan harga mahal, apakah kita akan membiarkan hidup kita berlalu begitu saja?

Jembatan terpanjang, termahal dan terlama proses pembangunannya ini sengaja dibangun dengan tujuan pemerataan pembangunan infrastruktur dan ekonomi di sisi pulau Madura, yang tertinggal dibandingkan tetangganya, Surabaya. Lalu apakah tujuan Kristus memberikan dirinya sebagai jembatan antara kita dengan Allah? Anda pasti dapat menjawabnya.

Jembatan yang ada di belakang saya disebut Jembatan Suramadu. Dan jembatan yang terbentang antara kita dengan Allah disebut Jembatan Cinta.

Bagaimana jika kita juga menjadi Jembatan Cinta bagi orang lain untuk berjumpa dengan Allah, sehingga hidup mereka pun berarti seperti kita ? Anda mau? Semoga.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *