Mewaspadai Ekstrimisme

Mewaspadai Ekstrimisme

Harus diakui bahwa yang ekstrim itu memiliki nilai jual yang tinggi. Cowok yang wajahnya ekstrim ganteng dan ekstrim jelek sama sama punya nilai jual yang tinggi di dunia hiburan. Makanan yang ekstrim pedas pun disukai sejumlah orang. Hal yang sama berlaku juga dalam dunia keagamaan.

Kelompok agama yang mempropagandakan ajaran-ajaran yang ekstrim, apalagi (dan memang biasanya) disertai dengan klaim kebenaran mutlak,  ternyata digemari oleh banyak orang. Padahal kalau dikaji lebih mendalam, ajaran semacam ini biasanya mendasarkan diri bukan pada pemahaman yang komprehensif dari isi Kitab Suci, melainkan hanya pada bagian-bagian tertentu yang mendukung pandangan yang hendak diusung. Keekstriman dan klaim kebenaran mutlak itulah yang memukau mereka yang tak mendalami Kitab Suci dengan baik.

Ajaran dan pengajar semacam inilah yang dimaksud rasul Paulus ketika ia menulis: “Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran. (1 Tim. 4:3). Dengan catatan ini Paulus meminta para pemimpin, bahkan sebenarnya setiap orang, untuk mewaspadai menyusupnya ajaran-ajaran ekstrim ke dalam komunitas.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *