Pakai Lidah Untuk Membangun Kehidupan

“Memang lidah tak bertulang…” Penggalan syair dari salah satu lagu lawas ini hendak mengatakan betapa powerfulnya lidah sebagai bagian dari alat produksi kata-kata. Tidak bertulangnya lidah juga hendak mengatakan bahwa kata-kata itu mudah dipelintir, mudah juga berubah. karena lidah mudah dipelintir sedemikian rupa, maka kata-kata yang diproduksi dapat ditata sedemikian rupa untuk membangun kehidupan, dan pada saat yang sama dapat menciptakan permusuhan, bahkan kehancuran.

Potensi bahaya dari penggunaan lidah yang adalah anugerah Allah inilah yang diingatkan rasul Paulus berikut ini: “Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya. (2 Tim. 2:14). 

Allah menciptakan lidah tentu dengan tujuan yang baik, untuk membangun kehidupan, menyatakan kebenaran, menciptakan persahabatan yang penuh kasih. Karena itu sudah sepantasnya kalau kita memanfaatkan lidah itu untuk membangun kehidupan, menyatakan kebenaran, dan mempererat ikatan kasih dalam persahabatan; dan bukan sebaliknya untuk menghancurkan kehidupan, memutarbalikkan kebenaran, atau menciptakan permusuhan.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *