Pemimpin: Berani Mengingatkan

Pemimpin: Berani Mengingatkan

Tidak mudah memang mengingatkan atau menegur sesama yang mempraktekkan hal-hal yang bertentangan dengan budaya dan/atau keyakinan komunitas. Ada rasa kuatir, jangan jangan dia atau mereka yang hendak diingatkan itu akan tersinggung, dan hubungan lalu menjadi retak dan akhirnya renggang. Ada rasa takut, kalau kalau mereka malah akan meninggalkan komunitas, dan lalu relasi terputus sama sekali. Tetapi seberapapun sulitnya, hal mengingatkan bahkan menegur ini harus tetap dilakukan oleh seorang pemimpin.

Sebab salah satu hal yang dapat membuat sang pemimpin dihargai adalah konsistensinya dalam merawat budaya komunitas, memelihara ajaran, dan menjalankan kesepakatan-kesepakatan atau aturan-aturan dengan arif dan sekaligus tegas.

Rasul Paulus menulis: “Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kau ikuti selama ini.  (1 Tim. 4:6).

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *