Pemimpin Berhasil Bila Hasilkan Pemimpin Baik

Ilustrasi foto: rlc.fi

Pdt. Lindawati Mismanto,

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata “anak muda.” Dalam hal-hal tertentu, anak muda seringkali diremehkan. Anak muda dipandang belum berpengalaman. Tetapi dalam hal yang lain, anak muda seringkali sangat diharapkan. Para orangtua mengatakan kepada anak muda, “Kepadamu kugantungkan harapan kami.” Jadi bagaimana? Repot kan jadi anak muda.

Meskipun masyarakat Yahudi saat itu kurang menghargai orang muda, Rasul Paulus tetap memberi kepercpemimpin jemaat di Efesus.

“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. “ (1 Tim 4:12)

Apa arti perkataan ini? Tergantung siapa Anda saat ini. Jika Anda orang muda, ingatlah baik-baik : jangan minta dihargai, sebelum kita membuktikan bahwa kita layak dihargai. Mari bertanya kepada diri sendiri : apakah perkataan dan tingkah laku saya layak atau patut menjadi teladan? Apakah saya memiliki kasih dan mampu setia serta menjaga kesucian. Banyak orang beranggapan bahwa orang muda tidak mampu mengendalikan diri dan pembosan alias tidak setia. Buktikan bahwa pandangan itu salah.

Bagaimana jika Anda sudah tidak lagi bisa disebut sebagai anak muda, seperti saya? Mari belajar seperti Rasul Paulus. Timotius dapat menjadi seperti saat ini, tidak lepas dari kesediaan Paulus membimbingnya. Daripada sekedar menuntut anak muda berperilaku baik dan dapat dipercaya, mengapa kita tidak melatih dan membimbingnya melalui teladan kita terlebih dahulu?

Dan pada akhirnya, tidak salah jika kita mempercayai anak muda. Sama seperti Paulus tidak salah mempercayai Timotius.

Keberhasilan seorang pemimpin adalah seberapa banyak pemimpin yang baik yang dapat dihasilkannya.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *