Pendeta Mengundurkan Diri karena Kelelahan

SINODEGKI.ORG – Pendeta Senior dari salah satu gereja yang pertumbuhannya jemaatnya tercepat di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat, Cross Point Church, Pete Wilson, mengejutkan jemaatnya dengan mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pendeta dan gembala di gereja tersebut. Wilson dan istrinya, Brandi, merintis jemaat tersebut sejak 2003. Mereka menjangkau lebih dari 7000 orang setiap akhir minggu melalui pelayanan mereka di Nashville maupun media online. Wilson juga pengarang dari sebuah buku best seller berjudul Plan B. Alasan pengunduran diri Wilson adalah kelelahan dan kehancuran pribadi.

Pada 11 September lalu, pada peringatan 14 tahun gereja dan Amerika memperingati serangan teror, Wilson mengumumkan kepada jemaatnya bahwa ia tidak lagi sanggup untuk menggembalakan, dan pengumuman tersebut ia sampaikan melalui sebuah video.

“Kita telah memiliki komunitas dimana di dalamnya tidak ada orang yang sempurna, dan segala sesuatu dapat saja terjadi. Komunitas ini telah berdampak bukan saja bagi kita yang tinggal di wilayah ini, namun juga bagi ribuan orang yang terdampaki melalui pelayanan online. Hal ini telah menjadi prioritas saya selama 14 tahun dan saya mendedikasikan seluruh hidup saya untuk membuat hal ini menjadi kenyataan. Namun di sisi lain, saya tidak memprioritaskan beberapa hal dalam hidup saya yang sebenarnya sama pentingnya,” ungkap Wilson.

Wilson mengatakan kepada jemaat bahwa sebagian besar mereka mungkin hanya melihat dia pada saat ibadah Minggu atau melalui media online, namun ada banyak hal yang terjadi pada jedah waktu diantaranya. Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada waktu jedah tersebut justru membutuhkan kemampuan kepemimpinan yang sama kuatnya dengan melayani jemaat pada hari Minggu.

Disitulah ia merasakan kekosongan, dan ia yakin bahwa pemimpin yang mengalami kekosongan dalam dirinya, tidaklah sehat untuk memimpin. Untuk itulah ia merasa bahwa langkah yang paling tepat untuknya saat ini adalah mengundurkan diri sebagai gembala Cross Point Church.

Wilson memohon dukungan doa dari jemaat, ia merasa sedang tidak baik-baik saja, ia merasa lelah dan hancur. Ia pun menyatakan bahwa untuk untuk itu ia membutuhkan istirahat.

Salah satu penatua di gpete-wilsonereja tersebut menyatakan bahwa keputusan Pete Wilson untuk mengundurkan diri adalah 100 persen keputusan Wilson sendiri. Para penatua sudah mencoba berbicara dengan Wilson, namun ia sudah mengambil keputusan tersebut.

Pengunduran diri Pendeta  Wilson menimbulkan reaksi bermacam-macam terutama dari anggota gereja tersebut. Salah jemaat gereja itu, Jacob Padgett, menuliskan kalimat pada dinding Facebook gereja, Padgett menulis: “Pengunduran diri pendeta Wilson merupakan sebuah pengingat bahwa berapa pun besarnya hal yang kita lakukan melalui pelayanan kita di gereja, kita tidak akan dapat melakukannya dengan bebanr-benar baik apabila kita tidak memperhatikan kesehatan spiritualitas kita sendiri, dan mengelilingi diri kita dengan komunitas yang baik. “

Anggota jemaat lain, Broke Hall mengatakan: “Saya sungguh sedih, saya sudah bergabung di gereja ini lebih dari setahun, dan hari ini gembala saya mengundurkan diri setelah 14 tahun melayani. Saya berharap Tuhan memberkati keluarganya dan gereja ini terus bertumbuh.” (www.christianpost.com/spw)

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *