Pengharapan

Pdt. Agus Wijaya, 

Rut 3 : 1 – 13, 4 : 13 – 22; Luk. 6 : 17 – 26 

Bukanlah jalan yang mudah bagi Rut dan Naomi untuk meyakini bahwa Tuhan berbelaskasihan kepada mereka. Melalui jalan yang berat dan berliku, akhirnya Boas mengambil Rut sebagai istrinya;

Rut 4:13-17 (TB)  Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki. 

Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: “Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel.

Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki.” 

Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya pada pangkuannya dan dialah yang mengasuhnya. 

Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: “Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki”; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.

Dan sukacita itu disyukuri oleh Naomi dan Rut.

Menanti pertolongan dan berkat Tuhan, itulah yang dialami oleh Naomi dan Rut. Itu juga yang diungkapkan oleh penulis Injil Lukas; bagaimana Yesus dinantikan orang yang punya berbagai penyakit dan orang yang haus kepada Firman Tuhan;

Lukas 6:17-19 (TB)  Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.

Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.

Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

Itulah pengharapan Naomi dan Rut, juga orang banyak yang berbondong-bondong datang kepada Yesus.

Tentu kita juga punya harapan-harapan pribadi dalam hidup kita; mungkin kita juga sedang mengalami pergumulan, bahkan pergumulan yang tidak mudah.

Satu hal yang patut kita teladani; pengharapan menjadikan kita tidak lelah dan loyo kepada keadaan namun terus berharap sambil terus berusaha dalam hidup kita.

Oleh karena kita yang punya Tuhan yang kepada-Nya kita menyembah adalah Tuhan yang berbelaskasihan kepada kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita dalam hidup kita.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *