Peran Gereja dalam Mewujudkan Demokrasi

SINODEGKI.ORG, PALOPO – Mendahului sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL PGI), Institut Leimana, dalam kerjasama dengan MPH PGI, menyelanggarakan Forum Strategis Gereja dan Negara. Acara yang berlangsung tanggal 23-25 Februari 2018 ini dihadiri oleh 41 orang pimpinan Gereja-gereja di Indonesiia.

Dalam sambutannya, Jacob Tobing menyatakan bahwa kita perlu bersyukur katena Indonesia kini adalah negara demokrasi nomor tiga terbesar di dunia. Yang pertama Amerika Serikat, kedua India, ketiga Indonesia. Tadinya Indonesia adalah negara nondemokratik nomor dua terbesar di dunia. Pertama China, kedua Indonesia.

Presiden Direktur Institut Leimana ini lebih lanjut menyatakan bahwa demokrasi adalah istilah yang dapat diklaim oleh siapa saja. Negera-negara yang sangat jelas dijalankan oleh seorang dikatator pun, mengklaim diri sebagai negara demokrasi. Karena itu kita perlu merumuskan dengan jernih dan tepat apa arti demokrasi dan sekaligus menetapkan peran gereja dalam mewujudkannya.

Sinode GKI mengutus empat orang menghadiri acara ini, sekaligus menjadi delegasi untuk Sidang MPL PGI. Merekada adalah Pdt. Henny, Pdt. Sutrisno, Pdt. Jotje, dan Pdt. Arliyanus.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *