Perayaan dan Empatik

Kita perlu terus beajar untuk merasakan apa yang dirasakan sesama, baik dalam peristiwa yang menyenangkan apalagi yang menyedihkan. Ketika sesama mengalami hal yang menggembirakan kita perlu merayakan bersamannya sehingga kegembiraannya menjadi penuh. Ketika sesama mengalami hal yang menyedihkan kita perlu menunjukkan empatik, sehingga dia tidak merasa sendirian dan sebaliknya mendapat penghiuran dan kekuatan. Seperti nasihat rasul Paulus: “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis.” (Roma 12:5).
Sebab kesediaan berbagi kegembiran dan kesedihan secara tulus serta keterlibatan dalam kegembiraan dan kesedihan sesama tanpa rasa canggung adalah tanda relasi yang bermutu. (Roma 12:15).
Pdt. Arliyanus Larosa

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *