Pesan Natal 2014

Pesan Natal 2014

Badan Pekerja Majelis Sinode

Gereja Kristen Indonesia


Kelahiran Yesus,Tonggak Penegakan Kerajaan Allah Bagi Seluruh Ciptaan

 

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

 

Pertama-tama,kita patut bersyukur jika tahun ini kita masih diberi kesempatan untuk merayakan Natal.Sebagai salah satu hari raya Kristen,Natal memiliki arti yang penting bagi perjalanan iman umat Kristiani.Kelahiran Yesus Kristus yang menjadi pusat dari Natal membuktikan kehadiran Allah dalam dunia (Imanuel).Dengan hadirnya Allah dalam dunia maka kita tahu bahwa Allah tidak sekadar mencipta lalu membiarkan ciptaan-Nya berjalan dengan sendirinya.Allah berkenan untuk terlibat dalam urusan ciptaan-Nya.Tetapi keterlibatan Allah itu bukanlah sebuah keterlibatan yang menyingkirkan peran ciptaan-Nya.Allah tidak ingin memperlakukan ciptaan-Nya seperti mesin-mesin yang mati.Allah menghargai ciptaan-Nya dengan memberikan kemandirian.Justru dengan adanya kemandirian itu Allah dapat mengajak ciptaan-Nya untuk bekerjasama.

 

Kehadiran Allah di dunia patut kita pahami dalam kerangka kerjasama.Sebagaimana kehidupan di dunia ini terus berlangsung maka Allah pun terus menerus bekerja.Tetapi dalam menjalankan pekerjaan-Nya, Allah berkenan mengikut sertakan ciptaan-Nya.Memang tidak selalu kebebasan yang diberikan Allah dan kehendak Allah untuk bekerjasama dengan ciptaan-Nya berakhir dengan hasil yang baik.Ciptaan Allah tetaplah ciptaan yang di sana sini mudah jatuh dalam berbagai kesalahan. Mereka bukanlah makhluk yang begitu cerdas untuk mengerti kehendak Allah.Mereka juga bukan makhluk yang dapat bertahan dalam segala keadaan.Sehingga kelakuan mereka mudah berubah.Bukan karena mereka ciptaan yang buruk, namun karena mereka tidak dapat selalu menampilkan kebaikan.Allah bukan tidak tahu keadaan ciptaan-Nya itu, namun Allah tetap bersedia untuk mengajak ciptaan-Nya bekerjasama.Allah ingin mengajak ciptaan-Nya menata dan mengisi kehidupan di dunia agar setiap kali menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

 

Kelahiran Yesus Kristus dalam dunia memperlihatkan kepercayaan Allah kepada manusia bahwa di tengah semua kemungkinan untuk berbuat salah, manusia masih bisa diajak bekerjasama dalam menjaga dan mengembangkan kehidupan.Tetapi kepercayaan Allah itu tidak hanya terbatas pada manusia saja.Kita tahu bahwa hidup di dunia ini tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan ciptaan Tuhan lainnya.Bukan manusia saja yang memungkinkan hidup ini terus berlangsung, makhluk-makhluk bukan manusia juga memiliki peranan di dalamnya.

 

Kisah kelahiran Yesus dalam Injil Matius menyebut tentang bintang di Timur yang dilihat oleh para sarjana (Majus) dari Timur.Bintang yang adalah benda alam ternyata memberikan petunjuk.Allah berkenan memakai sebuah benda alam untuk menjadi petunjuk dari kehadiran-Nya sebagai manusia di dunia.Sementara itu, Injil Lukas mengisahkan bahwa kelahiran Yesus disambut oleh para gembala yang dalam menjalankan tugas-tugasnya berada dekat dengan alam.Bahkan bayi Yesus sendiri juga diletakkan dalam sebuah palungan di sebuah kandang.Bukankah itu semua dengan jelas menunjukkan penghargaan Allah kepada makhluk-makhluk bukan manusia?Semua yang ada di alam merayakan kelahiran Allah di dunia.

 

Dalam surat Efesus1.22  dikatakan, “dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.” Kata “segala sesuatu” dan “segala yang ada” memperlihatkan sebuah cakupan yang sangat luas.Penempatan Kristus yang demikian membuat-Nya tidak terpisahkan dari semua yang ada di dunia ini.Kristus tidak hanya menjadi kepala bagi manusia, namun bagi semua makhluk yang ada di dunia ini.Pengakuan iman yang tertulis dalam Kolose 1.16-17 mengatakan “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.” Pengakuan iman ini mengaitkan Kristus dengan penciptaan.Karena penciptaan bersifat menyeluruh maka Kristus yang di dalam-Nya segala sesuatu diciptakan juga berada dalam keseluruhan ciptaan.

 

Mendapati kesaksian Alkitab tentang Yesus Kristus itu sudah seharusnya kita menyadari bahwa hubungan antara Tuhan dan ciptaan-Nya tidaklah terbagi-bagi.Tuhan adalah Tuhan bagi seluruh ciptaan.Kasih Tuhan tertuju bagi semua makhluk.Kepedulian Tuhan adalah kepedulian kepada semua yang Ia ciptakan agar semuanya tetap hidup dan berkembang. Jikalau demikian baiklah kita membangun kesadaran,

 

1. Kita hanyalah salah satu ciptaan Tuhan. Maka baiklah kita selalu membuka mata-hati kita kepada semua makhluk karena mereka adalah sesama ciptaan Tuhan bagi kita.

2. Sikap kita kepada ciptaan Tuhan sudah seharusnya mengikuti sikap Tuhan yang dalam kepedulian-Nya menghendaki semua makhluk terpelihara.

3. Ketika sekarang ini kita merayakan Natal, baiklah kita merayakan-Nya bersama seluruh makhluk karena Dia lahir bagi semua yang diciptakan-Nya.

4. Hubungan kita dengan ciptaan lainnya adalah hubungan kerjasama dimana Tuhan juga ikut terlibat di dalamnya. Kerjasama ini memiliki tujuan utama memelihara dan mengembangkan segala yang ada.

Dalam kesadaran di atas kiranya kita menghindari sikap,

1. Memperlakukan ciptaan Tuhan lainnya dengan semena-mena. Perasaan bahwa kita boleh melakukan apapun kepada makhluk lain bertentangan dengan kesadaran bahwa mereka adalah ciptaan yang dipedulikan juga oleh Tuhan, Sang Pencipta.

2. Merusak,mengeksploitasi dan membinasakan alam. Seperti alam memberikan sumbangannya bagi kehidupan, kita pun harus memberikan sumbangan bagi kehidupan, bukan sumbangan bagi kematian.

Konfesi GKI 2014, yang sudah ditetapkan dalam Persidangan XVIII Majelis Sinode GKI 3-5 Desember 2014, melukiskan kepedulian Allah terhadap ciptaan-Nya demikian,

Kami percaya kepada Allah, yang dipanggil Bapa oleh Yesus Kristus,

Yang memelihara dan mengelola dengan baik lingkungan alam, seperti pemilik taman,

Yang merawat dan menjaga anak-anak-Nya seperti ibu atau bapa, [Konfesi GKI 2014, #2,4,5]

Selanjutnya dikatakan juga tentang keterbukaan Allah terhadap peranserta ciptaan-Nya demikian,  yang mengundang kami untuk berperan serta dalam pekerjaan-pekerjaan baik bagi seluruh ciptaan-Nya. [Konfesi GKI 2014 #6]

Dalam bagian pengakuan tentang Yesus Kristus dinyatakan pula bahwa

dengan naiknya Yesus ke surga maka sebagai gereja, kita sebagai GKI terdorong untuk menjalankan kesaksian kepada seluruh ciptaan. [Konfesi GKI 2014 #12]

Pada bagian pengakuan tentang Roh Kudus dinyatakan hal yang senada yaitu bahwa

Roh Kudus adalah “sumber kekuatan yang melibatkan kami dalam misi Kerajaan Allah.” [Konfesi GKI 2014 #12]

Gereja hadir di dunia untukmengerjakan misi Kerajaan Allah.Gereja adalah rekan sekerja Allah dalam meneruskan pekerjaan-pekerjaan-Nya yang baik bagi seluruh ciptaan. [Penjelasan Konfesi GKI 2014 #17.b]

Kesaksian kita tersebut jelas merupakan konsekuensi dari kesadaran kita tentang Allah Tritunggal yang dalam pergerakan-Nya selalu menyentuh segala sesuatu yang diciptakan-Nya.

Kiranya renungan tentang kehadiran Allah yang menyeluruh itu menjadikan Natal di tahun 2014 ini mempunyai makna tersendiri. Makna itu kiranya mewujud dalam suatu tekad untuk menyatakan kabar baik kepada seluruh ciptaan dengan berbagai cara yang mungkin kita lakukan.Akhirnya,kamiucapkan kepada seluruh anggota jemaat GKI, “Selamat Natal Tahun 2014 dan Tahun Baru 2015”. Tuhan memberkati.

 

Teriring salam dan doa

Badan Pekerja Majelis Sinode

Gereja Kristen Indonesia

 

 

 

 

Pdt. Yahya Wijaya                                                                 Pdt. Arliyanus Larosa

Ketua Umum                                                                            Sekretaris Umum

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *