Refleksi Harian – 19 Feb 2015

Bacaan: Dan. 9:1-14; 1 Yoh. 1:4-10

Ketika kita menyadari bahwa perkataan atau tindakan kita dan/atau sesama kita akan memberi dampak destrukrif bagi kehidupan, maka langkah pertama yang harus kita lakukan bukanlah mencari aneka dalih untuk membela diri atau meminta orang lain memahami, melainkan mengakui dengan jujur dan seada-adanya kesalahan yang telah terjadi itu, dan kemudian memohon ampun.

Meminta ampun ini bukan hanya atas kesalahan kita, melainkan juga atas kesalahan sesama, bahkan para pemimpin kita yang mungkin masih gengsi dan jumawa untuk mengakuinya. Inilah yang telah diteladankan Daniel. Perhatikanlah penggalan pengakuan yang ia sampaikan: “Ya Tuhan, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau.” (Pengkh. 9:8).

Pengakuan dan permohonan ampun ini adalah jalan untuk mendapatkan pemulihan.

(Arliyanus Larosa).

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *