Refleksi Harian 22 Juni 2015

Bacaan: 1 Samuel 18:6-30; Kisah Para Rasul 27:13-28

Berada dalam Perlindungan Tuhan

Sebagai orang Kristen, tentu kita meyakini bahwa kita senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan. Namun, berada dalam perlindungan Tuhan bukan berarti bahwa kehidupan kita kemudian aman tentram dan jauh dari segala macam masalah. Sama sekali tidak. Kehidupan terus berjalan dengan normal, dan ini berarti bahwa ada saatnya kita mengalami kesedihan, kecelakaan, masalah, dan kepedihan. Di saat-saat seperti itu, mungkin saja keyakinan kita bahwa kita berada dalam perlindungan Tuhan tadi menjadi goyah. Di mana Tuhan pada waktu kesulitan-kesulitan terjadi dalam kehidupan? Seringkali jawaban yang muncul ketika kita menanyakan hal tersebut adalah penghakiman yang mengatakan bahwa peristiwa buruk terjadi akibat dosa yang telah kita lakukan sehingga Tuhan tidak lagi menyertai kita.

Keyakinan iman Paulus yang kita baca dalam Kisah Para Rasul 27 menjadi renungan bagi kita pada hari ini. Dalam perjalanan menuju Kreta, kapal yang membawanya mengalami bencana. Sebelumnya Paulus sudah memberi peringatan bahwa akan ada kesukaran yang terjadi jika perjalanan tersebut terus dilakukan (lihat Kis 27:10). Bukan ketidaktaatan, ketidakpercayaan, ataupun dosa yang menyebabkan badai tersebut datang. Badai itu bukan merupakan suatu hukuman, melainkan sesuatu yang memang sudah semestinya terjadi. Demikianlah maka Paulus tidak menyalahkan orang-orang di dalam kapal. Justru, ia menyampaikan berita bahwa mereka semua akan selamat, sekalipun kapal mereka akan karam. Apa yang menjadi alasan keselamatan mereka? Karunia Allah (Kis 27:24). Tidak ada penjelasan mengapa karunia Allah diberikan kepada mereka, juga tidak ada penjelasan mengapa kapal yang tidak bersalah harus karam, atau mengapa mereka harus menunggu, terombang-ambing selama empat belas hari di tengah laut. Namun, karunia Allah terwujud dalam keyakinan Paulus yang akhirnya menjadi nyata, mereka semua selamat.

Kita mungkin tidak akan pernah bisa menjawab mengapa hal-hal buruk terjadi dalam kehidupan, atau mengapa karunia Allah berbeda bentuk dan perwujudannya bagi setiap orang. Namun itu bukan berarti kita tidak dapat mengimani bahwa kita senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *