Refleksi Harian 23 April 2015

Kuasa dan/atau harta kekayaan tidak memberi jaminan bagi yang memilikinya untuk mengalami sejahtera, kegembiraan, kebebasan, apalagi membuat sesama mengalami hal itu. Salah-salah malah dapat mendatangkan kegelisahan, kesedihan, dan membelenggu sang pemilik dan/atau sesama. Kuasa dan/atau harta kekayaan dapat memperbudak sang pemilik; membuat sang pemilik menghabiskan seluruh waktu dan energinya untuk menjaga kuasa dan/atau harta kekayaan itu, sehingga ia lalai menikmatinya; atau ia dibelenggu oleh kenikmatan, sampai ia tak lagi mengenal rasa puas.

Hanya orang yang memiliki hikmat, yang tidak bersikap ekstrim dalam mencari, memanfaatkan, dan menikmati kuasa dan/atau harta kekayaan yang akan mengalami dan membuat sesama mengalami kesejahteraan, kegembiraan, dan kebebasan dari kuasa dan/atau harta kekayaan yang dimilikinya. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan antara mencari, memanfaatkan, dan menikmati. (Pkh. 7:19).

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *