Refleksi Harian 23 Maret 2015

Ketika gagal menepati janji atau memenuhi komitmen, kata yang biasanya terucap adalah: “Maaf, saya khilaf.” Meminta maaf atas kegagalan itu sendiri adalah baik. Namun, tanpa sadar, ucapan ini membuat kita menempatkan janji atau komitmen pada tempat yang rendah, yang tak penting, yang mudah diabaikan, bukan prioritas.
Komitmen merupakan salah satu hal penting penanda diri (di samping karakter dan kompetensi). Maka jangan pernah mengabaikannya. Bahkan Tuhan sendiri tak suka dengan orang yang memandang rendah janji atau komitmen.

Seperti kata Sang Pengkhotbah: “Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?” (Pengkh. 5:6-7).

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *