Refleksi Mingguan 12 April 2015

Kisah Para Rasul 4:32-35, Mazmur 133, 1 Yohanes 1:1-2:2, Yohanes 20:19-31

Pertanyaan reflektif terkait bacaan Minggu ini:

  1. Bagaimana Lukas mengisahkan kehidupan orang-orang Kristen pada masa persekutuan gereja perdana? Apakah Anda masih menjumpai karakter seperti mereka pada masa persekutuan gereja Tuhan di Indonesia pada zaman ini? Mengapa? (Kisah Para Rasul 4:32-35)
  2. Apa kaitan persaudaraan yang rukun dengan keindahan dan berkat Tuhan menurut Pemazmur? (Mazmur 133)
  3. “Persekutuan” seperti apakah yang Yohanes ungkapkan melalui suratnya? Apa dampak dari “persekutuan” itu? (1 Yohanes 1:1-2:2)
  4. Kata-kata apa yang Yesus ucapkan saat menjumpai murid-murid setelah kebangkitan-Nya? Apa yang Yesus harapkan dari murid-murid dengan mengucapkan hal-hal itu menurut Anda? (Yohanes 20:19-23)
  5. Apa makna “percaya” menurut Anda, jika Anda menyimak apa yang terjadi dengan Tomas setelah kebangkitan Yesus? (Yohanes 20:24-29)
  6. Mengapa Yohanes menganggap penting untuk menuliskan maksud pencatatan Injil yang ditulisnya itu? (Yohanes 20:30-31) Apa yang Anda alami saat membaca, mendengar dan menerima Injil Kristus selama ini?
  7. Apakah kebangkitan Kristus memberi dampak bagi seseorang untuk berbagi di dalam kehidupannya bersama dengan orang lain? Mengapa demikian?

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *