Sekretaris Jenderal PBB Luncurkan Rencana Aksi Pencegahan Hasutan Kekerasan

Peluncuran Rencana Aksi Anti Hasutan Kekerasan di Markas Besar PBB

SINODEGKI.ORG – Rencana aksi yang pertama kali dilakukan ini secara khusus dibuat untuk memampukan para pem9mpin agama dalam pencegahan terhadap bujukan tindakan kekerasan. Rencan aksi ini diluncurkan pada 14 Juli lalu oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guerres di markas besar PBB, New York.

Rencana aksi ini dikembangkan selama dua tahun melalui konsultasi yang intensif dalam lingkup global maupun regional. Konsultasi difasilitasi oleh Komisi PBB bidang pencegahan pembunuhan massal dan perlindungan, dan didukung oleh Sentral Dialog Internasional (KAICIID), Dewan Gereja Sedunia (WCC), dan jaringan keagamaan dan perdamaian.

Sebanyak 232 pemimpin agama, dan aktivis dari 77 negara terlibat dalam konsultasi ini. Para peserta termasuk di dalamnya penganur agama Budha, Kristen, Huindu, Yahudi, Islam, dan Sikh, mereka datang dari berbagai kelompok dan denominasi. Termasuk mereka yang mewakili kaum minoritas, seperti Baha’i, Candomble, Kakai, Yazidi dan Humanis. 30 persen peserta adalah wanita.

Rencana aksi ini dikembangkan sebagai reaksi dari ajaran-ajaran kebencian, dan hasutan kekerasan terhadap individu maupun kelompok yang marak belakangan ini. Hasutan kebencian yang marak di ruang publik dan sosial media, merupakan sebuah pemicu terhadap kekerasan. Rencana aksi ini merupakan dokumen pertama yang fokus kepada peran para pemimpin agama dan aktivis dalam pencegahan hasutan kekerasan yang dapat memicu tindak kekerasan, dan bagaimana mengimplementasikan dalam konteks regional sebagai strategi.

“Semua agama mengajarkan untuk menghargai kehidupan, dan menempatkan manusia pada kedudukan yang sama. Prinsip-prinsip ini seharusnya membawa kita untuk menghargai sesama, bahkan dengan mereka yang berbeda keyakinan dengan kita, atau budaya yang menurut kita aneh. Saya mendorong aplikasi dan implementasi secara luas dari rencana aksi ini. Ini dapat membantu menyelamatkan banyak kehidupan, mengurangi penderitaan, dan penyadaran akan visi sama tentang perdamaian, inklusifitas, dan keadilan sosial dimana keberagaman dihargai, dan hak individu dilindungi,” ujar Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

“Kami, Dewan Gereja Sedunia, mendapatkan kehormatan dapat bekerjasama dengan PBB dan rekan-rekan mitra lainnya dalam proyek yang penting ini. Kerjasama ini membangkitkan sikap kritis dan tindakan-tindakan yang sudah mulai diabaikan untuk menciptakan dunia yang lebih damai. Kita hidup dimana beberapa kelompok secara terang-terangan dan memalukan mengaklim dirinya yang paling benar dan melakukan kekerasan kepada mereka yang tidak setuju dengan keyakinannya. Pemahaman terhadap budaya kita sendiri dan interpretasinya akan membuat kita meniadakan kekerasan kepada orang lain,” ujar Deputi Sekretaris Jenderal WCC, Dr. Isable Apawo Phiri. (oikoumene.org/spw)

 

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *