Semua karena Kasih Karunia

Pdt. Agus Wijaya,

2 Raj. 22 :  3 – 20; Roma 11 : 2 – 10

Hidup yang kita jalani semata-mata oleh karena kasih karunia yang Allah berikan kepada kita. Bagaimana tidak? Dosa yang sudah menguasai dunia juga menguasai diri kita, dan dengan itu, manusia cenderung untuk melakukan dosa. Apapun yang dilakukan manusia, hanya kembali melakukan dosa dan dosa lagi.

Itulah yang diingatkan oleh Paulus kepada jemaat kota Roma. Roma 11:5-6 (TB)  Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia. 

Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia. Perbuatan manusia tak bisa menyelamatkan dirinya sendiri; hanya kasih karunia Allah dalam anak-Nya, Yesus Kristuslah yang menjadikan kita selamat. 

Lalu setelah diberikan kasih karunia, apa yang mesti kita lakukan dalam hidup kita?

Banyak orang menganggap: kesempatan untuk berbuat dosa lagi supaya mendapat kasih karunia lagi. Padahal bukan itu mestinya.

Seorang yang mendapat kasih karunia sudah semestinya seperti raja Yosia. Di usianya yang ke-26, setelah memerintah Yehuda, dan kepadanya dibacakan kitab Taurat yang ditemukan, maka ia mengadakan penyesalan dan pertobatan dengan tanda: ia mengoyakkan pakaiannya, dan mencari tahu apa yang harus ia dan bangsanya lakukan;

2 Raja-raja 22:13 (TB)  “Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi rakyat dan bagi seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena nenek moyang kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dengan berbuat tepat seperti yang tertulis di dalamnya.”

Mencari apa yang Tuhan perintah dan Firmankan, itulah yang menjadi perintah Yosia kepada imam Hilkia, kepada Ahikam bin Safan, kepada Akhbor bin Mikha, kepada Safan, panitera itu, dan kepada Asaya, hamba raja.

Bagaimana sikap kita kepada Firman Tuhan; setelah kita juga menerima kasih karunia? Apa yang kita lakukan dalam hidup kita? Apakah kita mencari kebenaran itu dengan terus berusaha membaca Alkitab, Firman Tuhan yang diberikan kepada kita, supaya kita mencari dan mendapatkan kehendak Tuhan dalam hidup kita?

Mendapat kasih karunia di dalam Tuhan bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Justru mesti semakin mendekat kepada-Nya.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *