Takut akan Tuhan

TAKUT AKAN TUHAN
Menulis buku tentu saja baik. Ini adalah salah satu jalan berbagi pengetahuan dan/atau pengalaman. Lebih-lebih lagi belajar, ini sangat penting. Belajar adalah pintu menuju ke khasanah pengetahuan yang luas. Namun baik belajar maupun menulis buku bukanlah tujuan.  Menulis buku demi menulis buku adalah kesia-siaan. Belajar demi belajar hanya akan melelahkan. Sang Pengkhotbah telah mengingatkan hal ini. “Lagipula, anakku, waspadalah! Membuat banyak buku tak akan ada akhirnya, dan banyak belajar melelahkan badan.” (Pkh. 12:12).

Sebab menulis buku dan belajar hanya alat atau media. Tujuannya adalah takut akan Tuhan. Belajar akan mencapai makna asasinya ketika sang pembelajar semakin dekat dan takut akan Tuhan, dan bukan sebaliknya menjauh dari Tuhan. Menulis buku akan mencapai tujuan luhurnya bila sang penulis mampu mendorong para pembacanya semakin dekat dan takut akan Tuhan, dan bukan sebaliknya memporak-porandakan iman kepada Tuhan. Itulah yang dimaksud sang Pengkhotbah ketika ia menulis: “Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.” (Pkh. 12:13)

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *