Tuhan Tidak Suka Orang Yang Sombong

Wajah sebuah kota adalah cermin dari penduduknya. Jakarta yang lalu lintasnya semrawut mencerminkan sikap mental warga jakarta dalam berlalu lintas. Bandung yang sering mempertontonkan tumpukan sampah di berbagai sudutnya, mencerminkan ketaksigapan aparat dalam menangani masalah kebersihan kota.

Demikian juga halnya dengan kota Babel. Teks kita menyebutkannya sebagai kota yang permai. “Dan Babel, yang permai di antara kerajaan-kerajaan, perhiasan orang kasdim yang megah, akan sama seperti Sodom dan Gomora pada waktu Allah menunggangbalikkannya.” (Yesaya 13:19). Babel adalah kota yang senang bersolek, memamerkan keindahan dan kemegahannya. Kota Babel juga mencerminkan penduduknya yang senang berosolek, yang suka menyombongkan kehebatannya.

Babel memang kota yang hebat, ditata dengan baik, memiliki pemerintahan yang sangat kuat, disegani oleh kota bahkan bangsa sekitarnya. Tidak ada yang berani main-main dengan Babel.

Kota yang megah dan congkak seperti ini tidak luput dari kekuasaan Tuhan. Sikapnya yang menggunakan kehebatannya secara sewenang-wenang tidak dibiarkan oleh Tuhan.

Sebab tidak ada suatu apa pun di bawah kolong langit ini yang terhadapnya Tuhan gentar, apalagi tak berkuasa. Semua yang ada di alam semesta ini ada dalam kekuasaan Tuhan. Maka Babel pun ada dalam kendali dan kekuasaan Tuhan. Babel akan ditunggangbalikan oleh Tuhan, oleh karena perbuatannya sendiri, oleh karena kecongkakaknnya. Segala kepermaian dan kemegahannya akan diluluh-lantakan.

Tuhan tidak suka dengan orang yang sombong, yang suka pamer. Karena itu, kita mesti menjaga perkataan dan perilaku kita.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *