Tujuan Penanaman Nilai-nilai Iman

Nilai-nilai iman yang bersumber dari Alkitab dan ditanamkan kepada anak-anak bahkan kepada setiap orang percaya, tidak dimaksudkan sekedar untuk memenuhi keingin-tahuan manusia. Pembelajaran dari atau aktivitas membaca Alkitab tidak hanya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan kognitif. Penanaman nilai-nilai iman ini belum mencapai maksudnya jika aktivitas itu hanya menambah pengetahuan atau wawasan para pembelajar atau mereka yang membaca Alkitab.

Tujuan akhir dari pembelajaran dari atau aktivitas membaca Alkitab adalah pembaruan dan/atau perubahan sikap dan tingkah laku. Rasul Paulus mencatat: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Tim. 3:16)

Itu berarti setiap orang yang membaca Alkitab sebagai tulisan yang diilhami Allah akan mengalami pembaruan hidup dan perubahan tingkah laku dari waktu ke waktu, berbanding lurus dan teks-teks Alkitab yang sudah ia baca, pelajari, dan hayati. Dalam pembaruan hidup dan perubahan tingkah laku inilah terkandung bukti otentik bahwa tulisan-tulisan dalam Alkitab itu diilhami Allah.

Karena itu bila ada orang yang tekun membaca Alkitab, rajin mengikuti kelas-kelas pembelajaran Alkitab, namun tak mengalami pembaruan hidup dan perubahan tingkah laku ke arah yang semakin baik, maka bagi orang tersebut Alkitab hanya sekedar buku dan bukan tulisan yang diilhami Allah.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *