WCC Dukung Pimpinan Gereja di Yerusalem Perjuangkan Akses Beribadah di Mesjid Al-Aqsa

Mesjid Al-Aqsa. Foto: WCC

SINODEGKI.ORG, YERUSALEM – Atas nama perdamaian, para pemimpin gereja di Yerusalem terpanggil untuk menjaga warisan sejarah dan memperjuangkan akses menuju Masjid Al-Aqsa sebagai salah satu tempat suci di kota itu.

“Ancaman apapun terhadap kelanjutan dan integritas tempat tersebut menyebabkan konsekuensi yang serius dan tidak terduga sehingga membuat iklim yang tidak baik terhadap relasi antar umat beragama'” demikian bunyi surat terbuk yang dibuat oleh para pemimpin gereja di Yerusalem.

Para pemimpin gereja berjuang untuk menjaga akses masuk terutama bagi ribuan orang yang akan menjalankan ibadah sholat Jumat. Minggu lalu, setelah tiga orang Palestina dan dua anggota kepolisian Israel terbunuh, Polisi Israel menutup akses ke Mesjid untuk sholat Jumat. Penutupan ini adalah hal pertama dilakukan.

Pelaksana Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Sedunia, Pdt. Ioan Sauca mendorong anggota WCC untuk berdoa bagi keadilan dan solusi damai di Yerusalem.

“Menjaga kelanjutan sejarah, dan mendukung kesamaan hak antara orang Kristen, Islam, dan Yahudi dalam menggunakan tempat suci ini sehingga terhindar dari kekerasan yang dapat saja terjadi. Penutupan akses masuk untuk beribadah di Mesjid Al-Aqsa bukan hanya melanggar hak individu dan juga menjadi perusak perdamaian di wilayah ini,” ujat Sauca.

Sauca mendorong keadlilan dan solusi damai dari situasi yang terjadi saat ini sebelum Jumat siang, dimana ribuan orang akan datang ke Mesjid Al-Aqsa untuk sembahyang.

“Kami akan berdiri dalam solidaritas dengan saudara-saudara Muslim, Yahudi, dan Kristen, kami berdoa agar keadilan dan kedamaian akan terwujud, bukan hanya minggu ini, tapi juga pada minggu-minggu mendatang,” tambah Sauca. (oikoumene.org/spw)

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *