WCC: Mary Tanner menghargai kerjasama antara WCC dengan CEC

Pada penutupan Sidang Raya ke-14 Konferensi Gereja-gereja di Eropa (Conference of European Churches/CEC) di Budapes, Hungaria, Dame Mary Tanner memuji ditetapkannya konstitusi baru bagi organisasi yang beranggotakan 120 gereja Anglikan, Katolik lama, Ortodoks dan Protestan ini. Ia menyampaikan harapan bahwa pola kepemimpinan ini dapat menyediakan “struktur-struktur anugerah” bagi gereja-gereja dan juga seluruh dunia.

Tanner, seorang teolog awam dari Gereja Inggris Raya (Church of England), telah melayani sejak tahun 2006 sebagai presiden wilayah Eropa dari Dewan Gereja Sedunia (World Council of Churches/WCC). Sekretaris Umum WCC, Pdt. Dr. Olav Fykse Tveit, menyampaikan sambutannya kepada Sidang Raya CEC pada pembukaan sidang tanggal 3 Juli dan Dr. Tanner menyampaikan komentarnya pada pagi hari penutupan sidang, 8 Juli.

Agenda utama Sidang Raya Budapes adalah amandemen dan pengesahan dasar hukum CEC yang baru didesain ulang.

Tanner mencatat bahwa “struktur merupakan hal yang penting. Apabila kita salah menetapkan struktur, pekerjaan kita terhambat, bahkan menyebabkan perpecahan secara internal. Apabila struktur yang ditetapkan benar, maka dengan penuh kasih dan kepercayaan, mereka menjadi struktur anugerah. Melaluinya, bahkan pada isu-isu paling memecah sekalipun, kita dapat mencapai titik di mana kita bisa berkata — ini merupakan ‘keputusan Roh Kudus dan keputusan kami’ (Kis 15:28).”

Konsekuensi terutama dari sistem baru ini adalah bahwa kesekretariatan CEC akan pindah “sesegera mungkin” dari Jenewa, Swiss ke Brussels, Belgia, bergabung dengan kantor-kantor CEC lainnya. Kesekretariatan ini berada di Jenewa sejak pertama kali CEC didirikan pada tahun 1959.

Tanner mengatakan, “Harapan saya di tahun-tahun ke depan adalah terciptanya sebuah hubungan yang lebih erat antara CEC dengan WCC, bahkan sekalipun CEC tidak lagi berkantor di Jenewa. Kita perlu mendengarkan satu sama lain dengan lebih bersungguh-sungguh dan mendapat masukan-masukan dari pekerjaan yang dilakukan satu sama lain.”

Dengan mengakui bahwa pembaruan konstitusi ini merupakan “sebuah proses yang panjang dan penuh hambatan,” Tanner mengatakan kepada para peserta sidang, “yang berkesan bagi saya selagi Anda semua bergumul untuk memperbarui konstitusi ini adalah betapa seringnya Anda mengingatkan seorang kepada yang lain akan perlunya sikap-sikap yang benar. Anda juga seringkali mengatakan bahwa Anda perlu mendengarkan satu sama lain dengan lebih sungguh-sungguh, untuk membangun kepercayaan, untuk bertindak dengan kemurahan hati dan penuh kasih.”

Teks lengkap pidato Mary Tanner (dalam bahasa Inggris) dapat dibaca di http://www.oikoumene.org/en/resources/documents/wcc-presidents/greetings-from-dr-mary-tanner-at-the-cec-s-14th-assembly

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *