WCC: Surat Terbuka kepada Dewan Keamanan PBB untuk Suriah

4 September

Kepada yang terhormat, para anggota Dewan Keamanan PBB,

Gereja-gereja di seluruh dunia berdoa dan berharap agar tidak terjadi peningkatan serangan dalam peperangan di Suriah melalui serangan dari luar. Dalam diskusi dengan perwakilan-perwakilan gereja-gereja anggota dan, pada beberapa hari terakhir dengan pemimpin-pemimpin gereja Timur Tengah di Amman, Yordania, pada sebuah konferensi untuk menganalisa tantangan yang dihadai orang-orang Kristen Arab di Timur Tengah, kami menjadi semakin prihatin mengenai adanya bukti-bukti penggunaan senjata kimia di Suriah dan adanya kemungkinan serangan balik terhadap negara tersebut.

Meskipun kami mengutuk segala penggunaan senjata kimia, kita harus berusaha sedapat mungkin untuk memadamkan api peperangan, dan bukan memberinya amunisi dengan senjata-senjata yang semakin mematikan. Kejahatan menggunakan senjata kimia haruslah diselidiki dan ditindak sepenuhnya.

Namun, sebuah serangan dari luar Suriah hanya akan menambah penderitaan dan meningkatkan kekerasan sektarian, yang mengancam setiap komunitas dalam negara tersebut, termasuk orang-orang Kristen. Pada waktu kritis ini, orang-orang di Suriah dan Timur Tengah membutuhkan perdamaian dan bukan peperangan. Senjata-senjata dan tindakan-tindakan militer tidak dapat menghasilkan perdamaian di Suriah. Kebutuhan yang mendesak adalah agar dunia memastikan bagaimana menjamin keamanan dan melindungi penduduk Suriah. Tidak ada cara lain menuju keadilan dan perdamaian yang dapat bertahan lama selain kerja keras yang harus dilakukan oleh pihak-pihak baik di dalam maupun di luar negeri ini untuk menemukan solusi politik yang dapat disetujui bersama. Semua orang yang beritikad baik haruslah mengesampingkan perbedaan pendapat dan kepentingan kita agar dapat mengakhiri konflik bersenjata di Suriah secepat mungkin. Merupakan tanggung jawab komunitas internasional untuk bertindak saat ini juga untuk melakukan apapun yang dimungkinkan untuk menemukan pemecahan nirkekerasan yang akan mengarah pada perdamaian yang abadi. Secara khusus kami mendorong pemerintah Amerika Serikat dan Rusia untuk menggunakan waktu dalam pertemuan mereka yang akan datang untuk mencapai kesepakatan kontribusi terhadap sebuah proses politis yang damai dan adil bagi Suriah.

Tidak ada serangan militer maupun intervensi yang akan menyelesaikan krisis di Suriah. Tindakan seperti itu justru dapat semakin meningkatkan level ketegangan dan tekanan terhadap masyarakat pada umumnya. Beberapa kelompok tertentu, termasuk orang-orang Kristen, bahkan akan menghadapi risiko yang lebih tinggi. Mengingat tidak adanya dasar hukum bagi intervensi di Suriah, seperti misalnya hak untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB atau sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB yang dapat mengesahkan serangan, menyebutkan intervensi kemanusiaan sebagai dasar hukum tidaklah cukup memadai.

Kami bergabung bersama seruan Paus Fransiskus untuk berdoa dan bertindak untuk perdamaian di Suriah, khususnya pada hari Sabtu, 7 September.

Pdt. Dr. Olav Fykse Tveit
Sekretaris Umum WCC

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *